BEKAS TAMBANG: Lokasi wisata di Dusun Seloguno Desa Perning Kecamatan Jatikalen Nganjuk diubah menjadi destinasi wisata baru yang menarik dikunjungi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya (duta.co/AGUS)

NGANJUK  | duta.co – Mega proyek tol  trans Jawa dan dobel track serta belasan pembangunan kawasan industri di Anjuk Ladang memang membawa beragam permasalahan. Mulai dari kerusakan sarana infrastruktur jalan, hingga masalah munculnya belasan atau bahkan puluhan lokasi penambangan di berbagai wilayah Kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

Mengenai masalah penambangan, jika sejak awal sentral dari material tanah uruk, pasir batu (sirtu) maupun bebatuan itu ditata sedemikian rupa, ternyata justru akan terlihat indah bahkan menjadi lokasi wisata alam yang sangat mempesona.

Selain itu, rata-rata area penambangan berada di kawasan perbukitan dengan view pemandangan alam yang sangat menarik. Dari belasan kawasan penambangan yang di Kabupaten Nganjuk, salah satunya adalah penambangan di Dusun Seloguno, Desa Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.

Lokasi penambangan tersebut sekarang telah diubah menjadi lokasi wisata yang sangat menarik. Selain didukung panorama alam deretan Pegunungan Kendeng, pengelola nampaknya tak tanggung-tanggung melakukan penataan wisata dengan konsep “Wisata Desa” tersebut sejak awal mulai melakukan penambangan.

Adalah Kacung Harmadi, pemilik sekaligus penggagas obyek wisata tersebut mengatakan tidak mudah menata kawasan deretan perbukitan di tanah kelahirannya, segudang masalah dia hadapi untuk mewujudkan lokasi wisata itu.

“Ini sudah menjadi cita-cita saya sejak awal, bagaimana menata kawasan perbukitan tandus ini menjadi lokasi yang indah dan tanahnya menjadi subur, itu yang ada di benak saya ketika kali pertama melakukan pertambangan,” ungkap Kacung Harmadi saat berbincang dengan duta masyarakat, Kamis (04/01)

Kalau ditanya, kata Kacung Harmadi, masalah atau kendala apa yang kita alami selama melakukan proses penataan kawasan pertambangan menjadi kawasan wisata tersebut sangatlah banyak.

“Semua masalah kita hadapi dengan penuh kesabaran, apalagi semua warga Desa Perning mendukung penuh konsep penataan yang saya gagas sejak awal, itu yang menjadi support terbesar hingga akhirnya lokasi wisata ini bisa dinikmati masyarakat,” paparnya.

Saat ini masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata yang diberi nama “Telogo Selo” tersebut tidak hanya dapat menikmati pemandangan alam saja. Berbagai sarana dan prasana pendukung telah disediakan oleh pengelola, mulai dari wisata berkuda, ATV (All Terrain Vehicle), speed boat dan kolam renang anak-anak.

“Ini semua kita persembahkan untuk masyarakat, dan alhamdulillah, ketika grand opening tanggal satu Januari kemarin, sekitar dua puluh ribu pengunjung dari berbagai wilayah, mulai Nganjuk, Jombang, Malang, Lamongan, Blora, Bojonegoro, Kediri dan Tulungagung bahkan dari Kota Surabaya sudah bisa menikmati lokasi wisata ini,” terang Kacung Harmadi.

Selain itu, lanjut Kacung Harmadi, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan pihak Perhutani dimana di jarak sekitar  5 Kilo Meter dari lokasi wisata “Telogo Selo” terdapat air terjun “Grojokan Cemoro Ngebleng”

“MoU (memorandum of understanding) sudah kita lakukan dengan pihak Perhutani, sehingga pengunjung atau wisatawan yang datang telogo selo ini, juga bisa menikmati keindahan wisata alam grojokan cemoro ngebleng, kalau mau lokasi bisa dengan berkuda maupun mengendarai ATV yang telah kita sediakan,” tutup Kacung Harmadi. (agk)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.