Siswa SMKN 3 Buduran, Mohammad Jihat Fisabilillah menunjukkan hasil kreasi dia dan teman-temannya kepada  Rob Gardiner, Academic Advidor Prestasi Junior Indonesia di Surabaya, Minggu (14/7). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Barang -barang tak terpakai terkadang menimbulkan permasalahan baru.  Selain merusak pemandangan, juga akan mengundang nyamuk dan tikus-tikus liar.

Karena itu memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan barang baru yang bermanfaat terus digalakkan.

Salah satunya dilakukan siswa-siswi SMKN 3 Sidoarjo. Mereka membuat aneka produk dari limbah kayu yang ada di sekolah mereka. Bentuknya berbagai macam. Salah satunya adalah jam meja yang juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk dan tikus.

Inovasi yang mereka ciptakan itu dipamerkan di ajang Regional Student Company Competition 2019 di Grand City Mall Surabaya, Minggu (15/7) sore.

Inovasi produk mereka itu menjadi salah satu dari lima sekolah di Surabaya dan Sidoarjo yang terpilih tampil di tingkat regional.

Produk inovasi itu mereka buat dari modal  Rp 1,5 juta yang diberikan Prestasi Junior Indonesia. Modal itu untuk mendirikan sebuah perusahaan dengan struktur manajemen yang lengkap mulai direktur utama hingga bagian pemasaran.

“Kita membuat produk dari banyaknya sampah kayu yang ada di gudang produksi di sekolah,” ujar Mohammad Rafel yang bertugas sebagai Vice President (VP) di perusahaan yang mereka beri nama SanG SC.

Dikatakan Rafel, di sekolahnya memang banyak limbah kayu karena ada jurusan interior kapal. Serta jurusan konstruksi kapal baja. Selama ini sisa-sisa bahan baku itu menyebabkan banyaknya nyamuk dan tikus.

“Akhirnya kami berpikir bagaimana barang sampah yang menyebabkan nyamuk dan tikus bisa menjadi pengusir dua binatang itu,” ungkap Rafel.

Dari sana mereka membuat produk jam meja yang menghasilkan bunyi. Bunyi itu memiliki ukutan frekuensi tertentu yang ditakuti nyamuk.

“Bunyi yang ditakuti nyamuk itu ukuran frekuensinya 30 sampai 100 Khz. Dan yang ditakuti tikus ukurannya 80 hingga 1.200 Khz,” jelasnya.

 Rob Gardiner, Academic Advidor Prestasi Junior Indonesia mengaku bangga dengan hasil karya siswa.

Diakuinya tahun ini lebih inovatif dan kreatif. Peserta mulai menggunakan bahan-bahan daur ulang untuk dibuat sesuatu yang bermanfaat. “Peserta mulai sadar lingkungan. Ini bagus sekali,” tandasnya.

Pemenang di tingkat regional ini akan bertanding di Jakarta untuk final. Nantinya yang menang akan dikirim ke tingkat Asia Pasifik. “Kalau bisa menang lagi akan ke suatu negara yang mungkin belum mereka kunjungi sebelumnya,” ungkapnya.

Dan peserta tidak boleh patah semangat karena tahun sebelumnya, siswa dari sekolah di Bintaro berhasil meraih prestasi Asia Pasifik dan diajak berkunjung ke Brasil. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry