Yurike Septianingrum, SKep,Ns, MKep – Dosen S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

IBU sebagai orangtua yang lebih sering melakukan interaksi dengan anak dan melakukan pengasuhan, tentunya saat ini memiliki tugas tambahan sebagai pendamping belajar untuk program Homeschooling anak selama melakukan SFH (study from home).

Jika ibu juga saat ini adalah seorang karyawan yang harus tetap bekerja di rumah dan melakukan WFH (work from home), maka ibu dituntut untuk menjadi seorang multitasker. Menjadi pendamping belajar anak sekaligus mengerjakan pekerjaan kantornya.

Bagi kebanyakan orang, hal ini merupakan perubahan yang dapat menjadi stressor baru. Stres adalah tuntutan terhadap sistem biopsikososial yang menghasilkan ketegangan, kecemasan, dan kebutuhan energi ekstra baik fisiologis maupun psikologis.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Stimulus lingkungan, baik fisik, psikologis atau sosial yang menyebabkan stres atau ketegangan disebut sebagai stresor, sedangkan cara mengatasi stres disebut dengan coping.

Fenomena Ibu yang bekerja bukanlah hal yang baru dalam kehidupan ini. Aturan pemerintah untuk melakukan Social distancing bagi warga negara Indonesia, yang dikeluarkan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Menimbulkan suatu keadaan baru dan masalah baru.

Aktivitas bekerja dan belajar di rumah terjadi dalam satu setting tempat, yaitu rumah. Saat ini banyak orangtua yang bekerja di rumah (Work from home) sekaligus harus mendampingi anak belajar jarak jauh dari rumah (Studi from home).

Menghadapi tugas yang muncul dalam waktu bersamaan dan harus disikapi dengan kepala dingin, tentunya membutuhkan upaya yang tidak sederhana, dan itu harus dilakukan demi tercapainya kesejahteraan kehidupan keluarga atau berumah tangga.

Kondisi tersebut bisa menambah banyak stresor negatif yang mungkin dirasakan oleh seorang Ibu yang bekerja di rumah yang meliputi menumpuknya pekerjaan yang harus dilakukan oleh ibu karena banyak hal.

Adaptasi terhadap penggunaan media pekerjaan yang mungkin paling cocok digunakan jika bekerja dari rumah secara virtual, kebutuhan dan caring terhadap anak-anak mereka dan suami di rumah yang bertambah  dan hal-hal lainnya yang setiap Ibu mungkin rasakan berbeda ketika pekerjaan kantornya tersebut harus dilakukan di rumah.

Kondisi-kondisi tersebut membuat mereka menjadi stres karena dihadapkan pada kegiatan yang beragam dan multitasking.

Ibu harus mengenal tanda dan gejala stress, yaitu mudah tersinggung, merasa khawatir berlebih, perubahan nafsu makan (berkurang atau bertambah), sulit berkonsentrasi, sulit tidur atau tidur kurang nyenyak, sakit kepala, sakit perut, dan keringat berlebih.

Apabila ibu sudah mengalami hal tersebut hendaknya ibu mulai untuk melakukan manajemen stress agar imunitas (sistem kekebalan tubuh) tidak turun, serta hubungan ibu dengan suami dan anak tidak renggang.

Komplikasi lain yang mungkin muncul apabila ibu tidak dapat mengatasi stressor yang dating yakni ibu beresiko mengalami depresi ataupun gangguan kejiwaan lainnya. */bersambung

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry