SURABAYA | duta.co — Manajemen Apartemen Bale Hinggil (ABH) bersama kuasa hukum PT. TKS menyampaikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi yang berlangsung di lingkungan apartemen pada hari ini, Jumat (2/5/2025).

Dalam pernyataannya, manajemen menyatakan menghormati hak setiap penghuni untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan manajemen. Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan dialog, manajemen telah membuka ruang diskusi terbuka guna mencari solusi yang konstruktif dan damai. Namun, tawaran komunikasi tersebut ditolak oleh pihak-pihak yang tergabung dalam aksi demonstrasi ini.

Manajemen juga menyoroti kehadiran seorang anggota DPRD Kota Surabaya dari Komisi C, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dalam aksi demonstrasi tersebut. Kehadiran anggota dewan tanpa menunjukkan surat tugas resmi dari lembaga DPRD menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas dan legalitas partisipasinya dalam aksi tersebut.

“Kehadiran beliau dalam aksi demonstrasi hari ini sampai dengan aksi berakhir kami pertanyakan atas nama siapa? Jika atas nama Lembaga Dewan yang terhormat, kami tidak ditunjukkan surat tugas resmi oleh beliau,” tegas kuasa hukum PT. TKS, Renald Christoper, saat dihubungi pada Senin (5/5).

Manajemen menegaskan, bahwa kehadiran anggota dewan dalam aksi demonstrasi tanpa mandat resmi dapat dianggap melampaui batas kewenangan dan berpotensi melanggar kode etik DPRD. Kode Etik DPRD Surabaya mengatur bahwa setiap anggota wajib menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD selama menjalankan tugasnya. DPRD Surabaya.

Lebih lanjut, manajemen mengungkapkan, bahwa aksi demonstrasi kali ini disusupi oleh individu-individu yang bukan pemilik atau penghuni apartemen, yang diduga bertindak sebagai provokator dan melakukan tindakan premanisme. Tindakan mereka termasuk memaksa masuk dan melakukan aksi di dalam lobi apartemen tanpa izin dari pihak pengelola.

“Kami juga mengidentifikasikan adanya orang yang berfungsi sebagai provokator maupun premanisme dalam aksi ini,” tambah Renald.

Manajemen mengimbau seluruh penghuni untuk tidak terpengaruh oleh aksi premanisme dan intimidasi yang terjadi. Manajemen berkomitmen untuk menjaga ketertiban, menjunjung tinggi semangat kebersamaan, dan bersinergi dengan penghuni dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan bebas dari intervensi pihak luar yang tidak bertanggung jawab.

Manajemen juga menyerukan kepada pihak berwenang untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi dalam aksi ini, termasuk keterlibatan oknum pejabat publik yang diduga menyalahgunakan wewenangnya.

Manajemen Apartemen Bale Hinggil tetap terbuka untuk dialog konstruktif dengan penghuni yang memiliki itikad baik, dalam rangka mencari solusi terbaik demi kenyamanan bersama. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry