
SURABAYA | duta.co – Manajemen Apartemen Bale Hinggil memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi di media sosial maupun sejumlah pemberitaan yang menyoroti insiden kebakaran di salah satu unit apartemen beberapa waktu lalu.
Melalui keterangan resminya, manajemen menegaskan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan kegagalan sistem keamanan gedung, melainkan diduga kuat akibat kelalaian penghuni unit yang meninggalkan kompor dalam kondisi menyala dalam waktu cukup lama hingga memicu munculnya api.
Corporate Public Relations Apartemen Bale Hinggil, Gusti Ayu, menjelaskan bahwa seluruh perangkat sistem proteksi kebakaran di lingkungan apartemen telah terpasang dan berfungsi sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa sistem MCFA (Main Control Fire Alarm) langsung merespons indikasi kebakaran secara otomatis saat kejadian berlangsung.
“Perlu kami tegaskan bahwa seluruh sistem keamanan kebakaran di Apartemen Bale Hinggil telah terpasang dan berfungsi sesuai dengan regulasi serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” jelasnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, sistem alarm utama segera mendeteksi indikasi kebakaran dan secara otomatis mengaktifkan peringatan berupa alarm suara serta indikator visual berupa lampu peringatan di area unit, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi video yang beredar di masyarakat.
Setelah sistem aktif, tim internal apartemen langsung melakukan langkah penanganan cepat sesuai prosedur tanggap darurat yang telah ditetapkan sebelumnya.
Terkait pertanyaan publik mengenai tidak langsung aktifnya sprinkler, manajemen juga memberikan penjelasan teknis. Sistem sprinkler bekerja berdasarkan ambang suhu tertentu, yakni pada kisaran 60 hingga 68 derajat Celsius.
Dengan posisi sprinkler yang memiliki jarak tertentu dari titik sumber api, aktivasi perangkat tersebut mengikuti peningkatan suhu ruangan sesuai standar teknis proteksi kebakaran bangunan bertingkat.
Manajemen menegaskan bahwa respons cepat tim di lapangan menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi sehingga api tidak meluas ke unit lain.
Selain itu, pihak pengelola memastikan bahwa aspek keselamatan penghuni tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan hunian vertikal tersebut di wilayah Surabaya.
Ke depan, manajemen juga akan meningkatkan edukasi kepada seluruh penghuni terkait pentingnya penggunaan peralatan rumah tangga secara aman di dalam unit sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa keamanan hunian merupakan tanggung jawab kolektif antara pengelola dan penghuni apartemen.(gal)






































