PERSIK : Anak – anak Macan Putih bertarung tak kenal lelah sepanjang pertandingan menjamu Persela di Stadion Brawijaya (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Menerapkan pola menyerang sejak kick off babak pertama dipimpin wasit Dwi Purba Adi Wicaksana, menjadikan derby Jatim dalam laga big match Zona 11 Piala Indonesia menyajikan suguhan permainan terbaik kedua tim.

Meski beda kasta, namun anak – anak Persik Kediri mampu meladeni tim tamu Persela Lamongan di Stadion Brawijaya Kediri, Selasa (15/5).

Dengan mengandalkan kemampuan kedua gelandang serangnya, Galih Akbar dan Fahad Ismail, mampu menjadikan jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir sempat dibuat kedodoran di menit – menit awal. Pun demikian, anak asuh Aji Santoso juga gencar memainkan umpan terobosan namun atas penampilan gemilang kiper Persik, M. Listianto Ceputra setidaknya jala Macan Putih aman sepanjang babak pertama.

Justru dari serangan balik dari sisi kanan pertahanan Persela pada menit ke – 42, anak – anak Macan Putih mampu menerobos jantung pertahanan dari serangan dibangun Fahad Ismail. Umpan manis diberikan kepada Septian Satria kemudian dioper balik dan disambut heading tepat di pojok kanan gawang dijaga Alex Sander.

Sontak saja, ribuan Persikmania yang merindukan gol di penghujung babak pertama ini seketika mampu menggetarkan isi stadion. Memasuki babak kedua, perbedaan kedua tim mulai terlihat. Persik yang berada di Kasta Tiga, tak bisa berbuat apapun sepanjang babak kedua atas pola permainan lebih definsif diperagakan tim Kasta Satu, Persela Lamongan.

“Setidaknya anak – anak telah bermain ngeyel sepanjang pertandingan dan apapun hasilnya, memang kami kalah kasta dan harus kalah 2-1,” jelas Coach Persik Kediri, Alfiat dikonfirmasi usai pertandingan.

Meski persiapan yang cukup minim dan tidak ada pemain bintang di tubuh Macan Putih, namun melihat laga perdana meladeni Laskar Joko Tingkir membuktikan Persik Kediri kembali bangkit. (ian/nng)

 

 

 

Tinggalkan Balasan