GRESIK- Warga Dusun Shoberoh Desa Delegan Kecamatan Panceng resah. Sebab, kampungnya diacak-acak maling yang membawa senapan. Bahkan, maling  membobol  4 rumah dan menggondol uang tunai sebesar Rp 1, 6 juta dan perhiasan seberat 12 gram dalam 2 hari beraksi dusun tersebut.

Dari data yang dihimpun di lapangan,  pelakunya membobol rumah Nur Kholis (55) warga RT 2 RW 9, pada Selasa (13/12) dan Rabu (14/12) dengan cara mencongkel jendela belakang rumahnya.

“Saat itu, rumah saya dalam keadaan kosong. Istri saya pamit mengantarkan anak ke sekolah dan  saya keluar untuk menengok  sawah,” ujarnya sambil menunjukkan lemarinya yang dibobol maling, kemarin.

Nur Kholis mengaku uangnya sebesar Rp 1,5 juta dan sejumlah perhiasan, seperti gelang, anting, gandol yang ditaruh di dalam lemari, amblas. Kejadian rumahnya diobok-obok maling diketahui setelah pulang dari sawah.

”Saya mengetahui kejadian itu setelah masuk kamar rumah, kok jendela terbuka dan lemari dalam kondisi acak-acakan,” imbuhnya.

Nur Kholis mengaku masih takut untuk  melapor kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Sehingga,kejadian tersebut tak dilaporkan ke penegak hukum.

Ternyata, rumah Kasmuni (66)  yang tetangganya Nur Kholis juga dibobol oleh maling tersebut. Maling masuk dengan cara  mencongkel jendela samping rumah. Uang tunai Rp 104 ribu digondol juga.

Keesokan harinya, giliran rumah Tofan Wahyudi (32) dan Yasifun (55) warga RT 01 RW 9 yang disatroni. Namun, aksi laing kepergok pemilik rumah. Pelaku yang  berambut gondrong dan tubuh penuh tato dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja warna putih kabur  kearah barat.

Kepala Dusun (Kasun) Shoberoh Desa Delegan, Suherman ketika dikonformasi membenarkan kejadian tersebut.

”Pria tersebut melakukan aksinya pada pagi hari saat warga sibuk bekerja dan ibu-ibu sedang mengantarkan anaknya ke sekolah,” ujarnya

Ditambahkan, selama 1 bulan terakhir, sudah 3 kali rumah warganya dibobol maling. Kejadian berlangsung pada siang hari sebanyak 2 kali, dan sekali dilakukan pada malam hari. Maraknya maling tersebut membuat  pihak Dusun Shoberoh memperketat penjagaan.

”Kita sudah koordinasikan dengan pemuda untuk melakukan penjagaan lebih ketat,” tukasnya.

Terkait dengan banyaknya kejadian maling dikampunganya, Suherman mengaku karena kondisi letak dusun yang sepi dimana jarak antar rumah berjauhan. Selain itu, banyak pemuda disana yang memilih bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Sementara Kapolsek Panceng AKP Lukman Hadi ketika dikonfirmasi mengaku belum ada laporan  yang masuk. “Kami  akan kesana untuk melaksanakan penyuluhan,” pungkasnya. mg1/pii

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan