Puluhan PSK yang ditampung di Dinsos Kabupaten Pasuruan diajak istighotsah saat pergantian malam tahun baru, Senin (31/12/2018) malam. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Jelang malam pergantian tahun baru 2019, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan, menggelar istighotsah dengan mengajak sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang ditampung di rumah singgah di dinas tersebut. Upaya itu sebagai instropeksi ke depannya agar mereka bisa berbuat lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

Istighotsah digelar di mushalla kantor Dinsos, Jalan dr Wahidin, Senin (31/12/2018) malam. Sebelum dilakukan istighotsah, para PSK lebih dulu diajak salat Isya berjemaah.

Penampilan para PSK belia yang rata-rata berusia 16-23 tahun ini, tampak sangat berbeda dengan penampilan mereka yang tak seperti biasanya.

Dengan mengenakan mukena, mereka khusyuk mengikuti istighotsah didampingi para petugas Rehabilitasi Tuna Sosial. Mereka lancar melantunkan doa-doa meski sebagian dibantu dengan teks. “Kami berharap dengan istighotsah ini, akan mengubah perilaku mereka,” ujar Plt Kadinsos Kabupaten Pasuruan, Gunawan W, saat berada di lokasi.

Pihaknya berharap dengan istighotsah tersebut, para PSK bisa hidup lebih baik di tahun yang baru.”Kami mengharapkan mereka bisa merenungkan perbuatan mereka selama ini dan hatinya terbuka. Syukur jika bisa hijrah. Tak ada paksaan bagi PSK ini untuk mengikuti istighotsah.

“Mereka dengan senang hati mengikuti kegiatan ini,” terang Gunawan.

Para PSK yang mengikuti istighotsah berasal dari Lumajang, Jember, Malang hingga Cilacap. Mereka diamankan Satpol PP dalam razia yang dilakukan di sejumlah wisma di kawasan Tretes, Prigen, Kamis lalu. Mereka sebagian direhabilitasi ke Dinsos. Sekaligus diberi pembinaan dan bakatnya akan diasah dan dikembangkan. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.