Dokter Zulkifli Ekomei

JAKARTA| duta.co – Dokter Zulkifli Ekomei dari Klinik Kebangsaan kepada pers, mengaku prihatin menyaksikan dunia kesehatan di Republik tercinta ini. Hari ini, katanya, semakin sempurna upaya menjadi kesehatan sebagai ladang bisnis. Pengangkatan seorang pebisnis, Kunta Wibawa menjadi Sekjen Kemenkes di tengah pandemi, jelas menimbulkan tanda tanya.

“Makin kuat dugaan, bahwa, di tengah pandemi Covid-19 masalah  kesehatan sudah menjadi ladang bisnis. Negara sepertinya sudah tidak lagi bertugas untuk memastikan kesehatan rakyat,” jelas dr Zulkifli Ekomei kepada duta.co, Selasa (10/8/2021).

Dokter Zulkifli kemudian mengingatkan isi preambule UUD 45 yang menegaskan tugas negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. “Herannya, di tengah pandemi, negara cq kementerian kesehatan justru dipimpin para pebisnis. Kita sudah tidak mengerti apa maunya pemerintah dengan menjadikan Kemenkes seperti ini,” ujarnya heran.

Masih menurut dr. Zulkifli, para ahli kesehatan, dokter dan tenaga kesehatan sudah tak kuasa bicara, mereka mendiamkan situasi seperti ini. “Apakah memang sudah tidak perduli pada Kemenkes,  atau memang sudah tidak ada ahli kesehatan yang bisa dipercaya memimpin Kemenkes,” ujar Kordinator Presidium Nasional Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia.

“Keselamatan rakyat adalah amanat konstitusi. Jangan karena mau menyelamatkan keuangan Negara, rakyat dikorbankan, rakyat sudah menderita karena pandemi yang dananya juga dikorup,” tegasnya.

Menurutnya sampai hari ini, semua kebijakan Kemenkes sendiri dilanggar oleh kementerian dan pejabat tinggi lainnya. “Kemenkes menjamin, bahwa sertifikat vaksin tidak akan menjadi syarat administrasi. Tapi kenyataanya, Luhut sendiri yang menyatakan, masuk mal saja harus nunjukin sertifikat vaksin. Gila nggak? Urusannya sudah bergeser ke vaksin bukan ke virus lagi,” katanya.

Pelantikan Sekjen, Semua ‘Membisu’

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melantik And. Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E.,M.A.,Ph.D. sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan pada Senin (9/8) di Gedung Kemenkes, Jakarta.

Kunta secara resmi telah meneruskan jabatan yang sebelumnya diisi oleh drg. Oscar Primadi, MPH. Sementara drg. Oscar telah mengakhiri masa jabatan sebagai Sekretaris Jenderal dan berlanjut mengemban tugas di Kementerian Kesehatan sebagai Analis Kebijakan Ahli Utama.

“Untuk Pak Kunta selamat datang saya sangat berterima kasih kepada bapak presiden dan ibu menteri keuangan bisa mengajak bapak ke sini (Kementerian Kesehatan),” demikian Menkes.

Di Kementerian Kesehatan, lanjut Menkes, sangat membutuhkan dukungan karena banyak hal yang harus dilakukan ke depannya untuk bisa membuat sektor kesehatan Indonesia lebih baik. Terutama setelah mengalami pandemi seperti ini.

“Saya mohon ke teman-teman eselon 1 untuk bisa mendukung beliau karena tugas ini adalah tugas besar, tugas bersama yang harus kita lakukan,” kata Menkes.

And. Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E.,M.A.,Ph.D. sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, Kementerian Keuangan RI sejak 31 Januari 2020. Urusan duit.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Analisa Penerimaan Perpajakan, DJA tahun 2005. Lalu ditunjuk sebagai Kepala Bidang Analisa Kebijakan Perpajakan BKF pada 2008. Lagi-lagi urusan duit.

Pada 2013, Kunta dilantik menjadi Kepala Bidang Forum Multilateral BKF, dan pada 2014 dilantik menjadi Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara DJA.  Kunta sendiri merupakan pria kelahiran Solo, 30 November 1968. Ia menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE.) di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1993, kemudian meraih gelar Master of Art in Macroeconomics dari University of Boston, Amerika Serikat, pada tahun 1999, dan meraih gelar Phd in Public Finance dari University of Canberra, Australia pada 2013.

“Latar belakang yang begini ini sekarang menjadi Sekjen Kemenkes. Ironisnya, semua ‘membisu’,” tegas Dokter Zul.  (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry