SURABAYA I duta.co – Calon wali kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin mengaku siap mewujudkan tranportasi berupa Lintas Raya Terpadu (LRT) maupun Moda Raya Terpadu (MRT) di Surabaya. Selama ini, rencana LRT dan MRT mangkrak dan sebatas wacana.

Arek Ketintang Surabaya ini memandang, laju kendaraan di Jatim utamanya Surabaya cukup besar. Bahkan bisa satu juta kendaraan setiap tahunnya. “Makanya itu perlu ada penambahan transportasi massal,” ujar Machfud dalam debat publik putaran kedua, Rabu (18/1) malam.

Harapan Surabaya memiliki LRT dan MRT muncul di tahun 2020 ini. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang baru menjabat di periode pertama, di awal tahun 2020 ini Khofifah bahkan sudah melakukan pembahasan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun sejumlah moda transportasi yang terkoneksi di kawasan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Mojokerto dan Lamongan (Gerbangkertasusila). Transportasi yang akan dibangun, antara lain kereta api lokal (komuter), Lintas Raya Terpadu (LRT), serta Moda Raya Terpadu (MRT).

Machfud juga menyinggung soal Perpres Nomor 80 Tahun 2019 yang harus dilaksanakan. Yakni, adalah tentang pembangunan moda Gerbang Kertasusila yang terkoneksi.

“Ibu Gubernur sudah Road Show karena covid (terhenti). Kami akan back up betul, berkolaborasi dengan kepala daerah lain, gubernur dan wali kota,” tuturnya.

Sementara itu Calon Wakil Wali Kota Mujiaman menyoroti perihal berkurangnya jumlah transportasi massal. “Yang namanya bemo 4.000 sekarang tinggal 1.000. Ternyata bemonya hancur,” kata Mujiaman.

Demikian halnya Mujiaman menyoroti perihal pembangunan lahan parkir yang mangkrak, terminal mangkrak serta tak berfungsi. “Terminal kita bangun untuk mensejahterakan rakyat. Bukan untuk gaya-gayaan,” imbuhnya. (azi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry