Rektor Unair Prof Nasih (dua dari kanan) didampingi beberapa rektor PTN dan PTS memberikan pernyataan sikap terkait kondisi di masyarakat, Senin (20/5). DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co  – Momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dimanfaatkan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura untuk kumpul bersama, Senin (20/5).

Dalam acara itu, dihadiri 20 perwakilan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya-Madura bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).

Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Airlangga (Unair) pertemuan yang juga dihadiri Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Suprapto itu juga memberikan pernyataan sikap terkait momen Hari Kebangkitan Nasional 2019.

Tidak hanya itu, di hadapan puluhan awak media, Majelis Rektor PT se-Surabaya dan Madura yang dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Mochammad Nasih itu juga menyinggung berbagai pernyataan seputar isu politik yang hangat diperbincangkan.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Prof Nasih, mereka ingin momen 111 tahun Hari Kebangkitan Nasional, kondisi bangsa dan negara bisa aman, tenteram dan damai.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kedamaian, kebersamaan, kesatuan dan persatuan diantara sesama warga bangsa dengan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memecah-belah dan mengadu domba,” ujar Prof Nasih.

Selain itu, kata Prof Nasih, diimbau tidak membuat dan atau menyebarkan berita bohong dan fitnah, tidak mengganggu ketertiban umum, tidak memaksakan kehendak (anarkis) serta tidak memprovokasi dan terprovokasi.

Menyelesaikan setiap persoalan, permasalahan, dan atau perselisihan yang terjadi dengan jalan musyarawah yang didasari oleh nilai-nilai kebajikan, kebijakan, obyektivitas, dan rasionalitas, serta kemaslahatan masyarakat dan bangsa.

Apabila jalan musyawarah tidak mungkin dilakukan, maka hendaknya digunakan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak menggunakan cara-cara yang inkonstitusional.

Secara berkelanjutan dan bersama-sama, berjuang dan berusaha keras dan cerdas untuk mengembangkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan inovasi dan teknologi serta membangun peradaban.

Juga agar semua pihak menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan Negara yang berketuhanan, berperikemanusiaan, beradab, bersatu, berdaulat, aman, damai, sentosa, maju, sejahtera, adil dan makmur yang sejajar dengan Negara-negara maju di dunia.

“Mengenai suhu politik yang sedang anget-angetnya ini mari, sebagai warga bangsa kita harus bisa menjaga dan mendorong agar terciptanya iklim dan suhu politik yang baik. Hal itu tentu menjadi tujuan kita bersama untuk tetap bersatu dan membangun Indonesia,” jelas Prof Nasih.

Apapun pilihan yang telah kita tentukan, mari kita tetap bersatu padu untuk bersama-sama bangkit demi menyusul ketertinggalan Indonesia dengan bangsa-bangsa maju di dunia. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry