Keterangan foto tvOne

SURABAYA | duta.co – Viral! E-Talkshow tvOne bersama Mahfud MD dengan host Wahyu Muryadi, mantan Pemred Majalah Tempo, viral di media sosial. Sampai Sabtu (10/11/2018) rekaman tersebut masih menjadi tontonan publik.

Lagu yang dibawakan Mahfud MD, benar-benar mengingatkan kita tentang ‘janji palsu’. Ini sekaligus mengingatkan acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOne bertajuk Antara Mahar dan PHP. “Waduh Pak Mahfud masih merana, hatinya terasa disiksa,” komentar warganet, Sabtu (10/11/2018).

Tak kalah menarik, adalah gaya Wahyu Muryadi yang membolak-balik pertanyaan, membuat penonton cekikikan. Begitu usai Mahfud MD menyanyi, Wahyu yang tampil dengan tubuh kian gemuk, keluar dengan menenteng jas.

“Aaaah luar biasa. Apa kabar,” sapa Wahyu dengan menuruskan logat maduranya di E-Talkshow yang berlangsung Jumat (9/11).

Wahyu tampil ceria, ia mengenalkan Mahfud MD kepada penonton dengan sedikit diplesetkan. “Sudah kenal ya? Dia mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mantan gubernur, eh kok gubernur. Menteri, Menteri Pertahanan zaman kabinet Gus Dur,” jelasnya.

Wahyu kemudian menunjukkan jas yang dibawa. “Prof ini saya dititipi. Ini katanya jas yang di Istana itu lho? Yang ketinggalan,” kata Wahyu.

Mahfud langsung menyahuti, “Bukan. Yang diminta Istana itu bukan jas, tetapi baju putih seperti yang dipakai Pak Jokowi. Bukan jas, baju biasa,” jawabnya.

Wahyu langsung menyambar, ”Wah, ngawur ini property. Ngawur, ngawur, ngawur, tak buang saja jas ini,” katanya sambil melempar jas tersebut.

“Lagunya itu lho, tadi beliau menyanyi penuh perasaan, menghayati sekali, khusyuk begitu. Judulnya mengapa mengapa, Koes Plus. Kenapa lagu itu yang dipilih Prof?” tanya Wahyu.

“Saya punya kenangan dengan lagu itu. Ketika tahun 70-an, antara 73 dan 74 sangat popular waktu itu. Ketika saya merantau ke Jogja, naik bis dari Madura, sepanjang Surabaya-Jogya lagunya cuma itu saja diulang-ulang, sehingga saya hafal,” jawabnya.

“Tapi syairnya itu mendalam sekali, mengapa hatiku merana? Memang Pak Mahfud merana sampai sekarang? Kok ada janji palsu, yang PHP itu siapa? Yang janiinya palsu itu siapa? Apa menunjuk orang?” tanya Wahyu disambut geeer penonton.

“Ndak. Artinya meleset dalam satu rencana itu biasa, kadang sukses, kadang gagal, ada yang tidak direncanakan tapi jalan, itu jalan Tuhan,” jelasnya.

Berikut Syair Lagu ‘Mengapa Mengapa’ Karya Koes Plus yang dinyanyikan Mahfud MD:

Mengapa mengapa

Hatiku merasa merana

Mengapa mengapa

Hatiku terasa disiksa


Tak mungkin tak mungkin

Di dalam hatiku tak yakin

Tetapi tetapi

Semua terjadi begini

Reff: Kau tinggalkan aku

Membuat hatiku tak menentu

Kau dusta padaku

Janjimu dahulu itu palsu. (net)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.