SETELAH BACA MALAH TAK PERCAYA– Buku 'Jokowi Undercover' masih saja beredar. Sejumlah orang sudah membeli lewat online. Lucunya banyak pembaca justru tak percaya setelah membacanya. Isunya tak sehebat isinya. (FT/vivanewscom)
SETELAH BACA MALAH TAK PERCAYA– Buku ‘Jokowi Undercover’ masih saja beredar. Sejumlah orang sudah membeli lewat online. Lucunya banyak pembaca justru tak percaya setelah membacanya. Isunya tak sehebat isinya. (FT/vivanewscom)

JAKARTA | duta.co —  Penulis Buku ‘Jokowi Undercover’ Bambang Tri Mulyono, sudah ‘diciduk’ polisi. Sejumlah nama yang ‘dicatut’ dalam buku tersebut membantah. Mahfud MD, mantan ketua tim sukses pasangan Capres Prabowo-Hatta disebut-sebut pernah marah dengan pemberitaan sebuah media nasional. Bahkan saking marahnya, Mahfud dikabarkan sempat tidak bisa tidur selama tiga hari.

“Saya justru tidak tahu sama sekali kisah itu. Katanya dalam buku itu, saya ditulis marah besar sampai-sampai saya tidak bisa tidur selama tiga hari. Ini fitnah, karena saya tidak pernah tahu dan tidak melakukan itu. Apalagi sampai dikatakan tidak bisa tidur tiga hari, lha wong saya ini pekerjaannya tidur,” bantah Mahfud MD ketika berbincang dengan TV-One Rabu (04/01/2017) pagi.

Mahfud kemudian minta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar fitnah, walaupun itu berbentuk buku. Harapannya masyarakat bisa membedakan mana kabar benar dan tidak. Sekarang ini banyak berita fitnah. Ironisnya berita-berita fitnah itu, belakangan banyak dilakukan oleh orang-orang pintar, bukan orang bodoh.

Sementara, dari Solo, ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo tidak menyimpan dendam kepada penulis buku ‘Jokowi Undercover’ bernama Bambang Tri. Ibunda presiden yang akrab disapa Jokowi itu, justru memaafkan Bambang Tri dan mendoakannya agar mendapat hidayah.

“Ya, semoga yang memfitnah mendapat bimbingan dari Allah, segera sadar, yang dituduhkan tidak ada buktinya,” ungkap Sujiatmi di kediamannya Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (2/1/2017) sebagaimana dikutip  harianbernas.com.

Diungkapkan paman Jokowi, Miyono, apabila Jokowi terindikasi seperti yang dituduhkan penulis buku ‘Jokowi Undercover’ maka, dia tidak akan menjadi pemimpin seperti sekarang ini. Jokowi pun dua kali menjabat sebagai Wali Kota Solo, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta dan kini menjadi Presiden RI.

“Dalam screening kalau Jokowi ada masalah, tidak mungkin bisa jadi pimpin seperti sekarang ini,” ujar Miyono.

Pihaknya berharap di tahun 2017 tidak ada lagi fitnah terhadap Jokowi bahkan hingga keluarga. Namun, ia menyadari bahwa orang itu mesti ada yang baik dan tidak cocok.

Bambang Tri sendiri ditangkap polisi di Kecamatan Tunjungan, Blora, pada Jumat (30/12/16) lalu. Penangkapan tersebut atas dugaan ujaran kebencian yang ditulisnya dalam buku ‘Jokowi Undercover.’ Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan Bambang sudah dibawa ke Jakarta dan dititipkan penahanannya di Rutan Polda Metro Jaya pada Sabtu (31/12/16).

“Pelaku juga menyebarkan kebencian kepada masyarakat yang bekerja di dunia pers terkait statement BTM (Bambang Tri) pada halaman 105 yang menyatakan bahwa Jokowi-JK adalah pemimpin yang muncul dari dan dengan keberhasilan media massa melakukan kebohongan kepada rakyat,” jelas Rikwanto.

Sementara, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, buku “Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri”, tidak dijual di toko buku. Penulisnya, Bambang Tri Mulyono, hanya menjual lewat akun Facebook pribadinya bernama Bambang Tri.

“Sepanjang yang diketahui, penawaran hanya dari FB dan selebaran. Kita belum lihat dijual di konter,” ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Boy mengatakan, Bambang mempromosikan bukunya lewat akun Facebook. Calon pembeli buku bisa memesan melalui aplikasi pesan di Facebook atau mengontak langsung Bambang. Namun, belum diketahui jumlah buku yang sudah terjual. “Nanti akan kita lihat progress dari masalah itu,” kata Boy. (sov/bns)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan