JAKARTA l duta.co –   Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersama Sultan Ibrahim dari Johor tampil mengendarai mobil Proton Saga yang merupakan produk dalam negeri Malaysia. Berita ini menjadi liputan biasa saja di negeri jiran yang pejabatnya sudah biasa memakai mobil Proton. Yang menarik memang Proton ini sudah tua.
Esemka hanya dijadikan kendaraan politik Jokowi?
Yang luar biasa justru respon warga Indonesia yang menunggu sangat lama hadirnya mobil produk dalam negeri seperti yang sudah digembar-gemborkan tapi tak kunjung jadi diproduksi: Esemka!
Dalam berita itu disebutkan Mahathir duduk di samping Sultan Ibrahim yang mengendarai Proton Saga tua berwarna biru. Keduanya baru saja menggelar pertemuan selama 90 menit. Sultan Ibrahim berinisiatif mengantarkan sendiri Mahathir ke Lapangan Terbang Antarbangsa Senai (LTAS).
Proton Saga yang dikendarai Sultan Ibrahim terbilang istimewa karena memiliki nomor kendaraan Proton 1. Ini adalah hadiah yang pernah diberikan Mahathir kepada ayah Sultan Ibrahim, Sultan Iskandar, yang ketika itu menjabat sebagai Yang Di Pertuan Agung Malaysia.
Di akhir berita disebutkan Mahathir Mohamad mengaku kagum akan kekuatan mobil nasional yang diproduksi Malaysia saat dirinya menjabat sebagai perdana menteri di masa yang lalu itu.
“Siapa yang tidak bangga memiliki produk nasional yang mampu menandingi produk impor yang menjajah negeri kita,” kata Salahuddin, TKI asal Malang yang bekerja di Malaysia Jumat 11 Januari 2019.
Heboh juga terlihat di jagat maya. Warganet yang bawa perasaan alias baper karena Esemka tak kunjung terwujud  membaca berita ini dengan postingan yang seakan menagih janji Jokowi.
“Esemka mana?” tanya pemilik akun @Hasan_Go yang memiliki lebih dari 2.000 followers.
Esemka yang dimaksudnya adalah prototype mobil yang pernah dipromosikan Joko Widodo saat masih menjadi walikota Solo. Jokowi dinilai menjadikan Esemka sebagai ajang kampanye. Sebab dulu dipromosikan besar-besaran saat akan jadi cagub DKI dan Pilpres 2014.  Tapi sekarang sepi. Ada dugaan Esemka akan jadi cara Jokowi untuk kampanye lagi di Pilpres 2019 ini. Caranya? Ya Esemka akan diperlakukan seperti dulu lagi mendekati hari H Pilpres.
“Bila benar seperti itu, hanya satu kata untuk Jokowi, terlalu! Meski itu baik tapi tidak baiknya mempermainkan rakyat dengan pencitraannya yang membosannya. Tapi rakyat sudah tahulah semua itu,” kata Rokim, warga Solo yang pro Prabowo-Sandi Jumat pagi tadi.
Bermodalkan Esemka, Jokowi  saat itu memang mendapat simpati banyak orang, sehingga akhirnya terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta dalam pilkada 2012. Ketika itu Jokowi mengatakan, pemesan Esemka sudah ribuan jumlahnya.
Yang menarik KH Ma’ruf Amin yang kini mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 beberapa bulan lalu juga sempat mengatakan, Esemka akan mulai beroperasi di bulan Oktober 2018.Tetapi sampai kini belum ada lagi kejelasan mengenai mobil itu.
Pemilik akun @ontalabu1 yang memiliki sekitar 500 followers menjawab pertanyaan yang disampaikan @Hasan_Go soal Esemka tadi.
“Esemka masih di kolam, lagi nyebong,” ujarnya.
Pemilik akun @Amrul93348003 yang memiliki hampir 5.000 followers mengatakan, “Kalo ini (Mahathir dan Protonnya) mah kenyataan, gak kayak Esemka adanya di alam ghaib gak kasat mata, yg bisa bawa hanya genderuwo beserta semua cebong.” 
Adapun pemilik akun @Ontalabu1 kembali buka suara.
“Waduh, jadi saingan berat “esemka” ini, btw, esemka sudah sampe mana ya?” demikian tanya dia.
Akun @bandabening yang punya pengikut sekitar 1.600 akun juga tak mau kalah.
“Jangan ada yang berpikir Mahathir sedang pencitraan ala esemka,” katanya sambil menambahkan tanda pagar #AwalnyaKitaMenyangka.  (wis/rmol)