Feriona Ayurizta Iliyas bangga bisa meraih medali ICIIC Malaysia 2026. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co –  Keingintahuan sederhana saat berselancar di media sosial justru membawa langkah Feriona Ayurizta Iliyas ke panggung kompetisi internasional. Mahasiswi Program Studi Akuntansi Untag Surabaya kelahiran 2003 asal Surabaya ini menjadi finalis dalam ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC) Malaysia 2026.

ICIIC 2026 merupakan kompetisi ide inovatif tingkat internasional yang diselenggarakan The Innovator Generation bekerja sama dengan MNNF Network Malaysia. Ajang ini diikuti peserta dari tiga kategori, yakni siswa SMA, mahasiswa, serta profesional atau dosen dengan tujuan mendorong generasi muda menghadirkan ide kreatif di berbagai sektor, mulai dari sains, teknik, kuliner, teknologi, pariwisata hingga olahraga.

Feriona mengaku keikutsertaannya berawal dari ketidaksengajaan saat libur Natal dan Tahun Baru. Ia menemukan pamflet lomba ICIIC 2026 saat scrolling Instagram.

“Saya suka iseng mencari informasi lomba, ternyata tiba-tiba lewat pamflet kompetisi ICIIC 2026 ini. Akhirnya saya screenshoot dan saya lihat detail informasi lengkapnya. Di situ saya tertarik untuk mengikutinya, jadi saya mulai menyiapkan ide, membuat bagian abstrak untuk diseleksi terlebih dahulu dan alhamdulillah lolos menjadi salah satu finalisnya,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Ide yang ia usung berangkat dari kekayaan budaya dan keragaman Indonesia yang dinilainya memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan pendapatan sektor pariwisata.

“Keragaman tersebut sangat menarik atensi saya sebagai masyarakat Indonesia, saya berpikir bagaimana caranya supaya dari potensi budaya yang ada di Indonesia dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sehingga tingkat pendapatan dan devisa negara di sektor pariwisata Indonesia semakin meningkat,” tuturnya.

Feriona menawarkan inovasi bertajuk “Multicultural Diversity and Cultural Heritage Festival for a Quality Economy Indonesia Golden Era 2045”, sebuah konsep pariwisata berbasis budaya melalui kolaborasi masyarakat lokal, swasta, dan pemerintah. Gagasan ini menghadirkan paket wisata interaktif berbasis aplikasi di kawasan destinasi, sehingga wisatawan dapat memilih langsung pengalaman budaya yang diinginkan sekaligus terlibat dalam aktivitas khas daerah tujuan.

Keunikan gagasan yang diusung Feriona terletak pada upaya memperkaya pengalaman wisata melalui pendekatan partisipatif dan berbasis teknologi. Ia tidak hanya menawarkan konsep paket wisata budaya, tetapi juga menghadirkan skema pelibatan wisatawan secara langsung dalam aktivitas khas daerah tujuan.

“Bagian paling menarik dari karya saya adalah saya menginovasikan program pariwisata Indonesia yang telah ada sebelumnya dengan konsep yang jauh lebih menarik dan teknis yang jauh lebih menyenangkan. Di mana nantinya akan disediakan sebuah aplikasi khusus di wilayah wisata tersebut, dan wisatawan dapat memilih dan mengetahui jenis-jenis paket wisata yang ditawarkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut dirancang agar wisatawan tidak lagi sekadar menjadi penikmat pasif, melainkan terlibat aktif dalam pengalaman budaya lokal.

“Selain itu jika biasanya wisatawan hanya mendengarkan penjelasan tour guide, di sini wisatawan dapat mencoba sendiri seperti memasak masakan khas daerah, membuat kain tenun atau batik disertai mentor,” paparnya.

Persiapan menuju kompetisi dilakukan sekitar satu setengah bulan, mulai dari pengembangan ide, penyusunan abstrak, pembuatan karya lengkap, poster, hingga video dan presentasi berbahasa Inggris secara daring. Presentasi karya pada ajang ICIIC 2026 dilakukan secara online melalui Zoom Meeting di hadapan juri internasional. Ia juga melakukan riset data terbaru untuk memperkuat konsep serta mengajukan pendanaan ke pihak universitas untuk registrasi ulang.

“Tantangannya adalah karena persiapannya mepet sehingga saya belum dapat mencari mentor dosen yang memiliki passion di bidang ini, sehingga hasil karya dan persiapan final lomba ini hanya full dari persiapan diri saya sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, pengalaman mengikuti kompetisi internasional pertamanya menjadi momen berkesan. “Sensasinya benar-benar berbeda tetapi sangat seru dan challenging bagi saya,” tambahnya.

Feriona menyebut juri dan peserta lain menilai idenya relevan untuk diterapkan di Indonesia. Mereka berharap inovasi tersebut dapat direalisasikan karena konsepnya dinilai lebih menarik dan modern bagi wisatawan.

Di balik capaian tersebut, ia menegaskan peran besar keluarga, dosen, dan kampus dalam mendukung langkahnya. Keluarga membantu memberi semangat sekaligus menyimak latihan presentasi. Dukungan akademik datang dari Kaprodi Akuntansi, Maulidah Narastri, yang membantu proses administrasi pengajuan dana. Sementara pihak universitas memberikan dukungan pendanaan meski pengajuan dilakukan mendekati tenggat.

“Terima kasih saya ucapkan untuk seluruh pihak yang telah mensupport saya di kompetisi ICIIC 2026 ini. Tanpa kalian kompetisi ini tentunya tidak akan berhasil bagi saya,” ungkapnya.

Adapun tahapan kompetisi yang diikuti meliputi registrasi dan pengiriman abstrak pada 30 Desember 2025, pengumuman finalis 2 Januari 2026, pengumpulan video dan registrasi ulang 9 Januari, penilaian karya 10–20 Januari, serta pengumuman dan awarding 26 Januari 2026.

Pengalaman ini turut mengubah cara pandangnya terhadap kompetisi internasional.
Mindset saya jadi berubah, yang awalnya saya merasa jika kompetisi internasional itu cukup rumit dan butuh persiapan lama. Tetapi ternyata asal kita berani mencoba, walaupun persiapan mepet kita pasti bisa membawa hasil. Intinya harus optimis saja dan berani mencoba,” ujarnya.

Ke depan, Feriona berharap idenya dapat diteliti dan dikembangkan lebih lanjut agar semakin konkret untuk diterapkan di sektor pariwisata Indonesia. Ia juga mengajak mahasiswa Untag Surabaya untuk berani mencoba berbagai kompetisi.

“Kita mahasiswa Untag Surabaya harus punya semangat tinggi untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semangat,” tutupnya. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry