INOVASI : Pancake lontar buatan lima mahasiswa Unusa yang mendapatkan hibah dari Kemristekdikti untuk program kreativitas mahasiswa (PKM) 2019. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Buah lontar selama ini hanya dimanfaatkan airnya.  Banyak orang memburunya karena air lontar yang dikenal dengan nama legen itu bisa mengobati penyakit, salah satunya kencing batu.

Lalu bagaimana dengan buahnya? Ternyata tidak banyak dimanfaatkan. Orang Tuban sebagai penghasil buah ini ternyata juga tidak tertarik untuk memanfaatkannya. Padahal buah lontar ini kaya antioksidan dan anti kanker.

Prihatin dengan buah lontar yang tidak dimanfaatkan itu, lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencoba berinovasi.

Mereka mencoba menyampurkan buah lontar ke dalam adonan pancake. Mereka bisa menghasilkan jajanan yang diberinama Poffertjes e-Bora.

Lima mahasiswa  itu terdiri dari Uswatun Hasanah (D4 Analis Kesehatan), Imam Sholihin (S1 Gizi), Siti Nur Hakiki (S1 Manejemen),

Febiola Alfio Anita (D3 Keperawatan) dan Arnia (D3 Keperawatan).

“Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Banyak dibuang,” ujarnya salah satu anggota tim, Fabiola yang ditemui saat grand opening Auditorium Unusa, Sabtu (13/4).

 Dikatakan Fabiola, dia dan timnya sengaja mencampurkan buah lontar yang sudah diblender kasar ke adonan pancake. Karena pancake menjadi salah satu jajanan yang disukai tua dan muda.

‘Selain itu pancake itu kan dibuatnya kering jadi bisa awet, tidak mudah basi. Sementara buah lontar kan tidak tahan lama,” jelas Fabiola.

Pancake lontar ini dibuat dengam rasa original. Fabiola sengaja menambahkan aneka macam rasa sebagai topingnya. “Ada selai strawberry, cokelat hingga gula halus putih,” tukasnya.

Ke depan, tim ini akan menjadikan pancake lontar ini sebagai jajanan khas Tuban. Karena beberapa dari anggota tim adalah penduduk asli Tuban.

Dengan ide kreatif ini, tak mengherankan jika tim pancake lontar ini menjadi salah satu tim yang mendapatkan hibah dari Kemristekdikti untuk program kreativitas mahasiswa (PKM) 2019. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.