
Mahasiswa Untag Ciptakan Alarm Pintar, Cegah Motor Overheat


Ide itu muncul dari pengalaman Vendy sebagai penghobi otomotif. Ia menilai indikator suhu bawaan sepeda motor umumnya baru memberikan peringatan ketika temperatur mesin sudah mencapai kondisi tertentu.
“Saya berpikir bagaimana kita bisa mengecek suhu sebelum terjadi overheat. Jadi sebelum overheat kita sudah bisa mengetahui lebih dahulu kondisi suhu mesin,” ujar Vendy yang akan diwisuda pada Sabtu (22/8/2026).
Sistem yang dikembangkan Vendy menggunakan tiga sensor sekaligus, yakni PT100, thermocouple, dan GY-906. Ketiganya digunakan untuk memperoleh pemantauan temperatur yang lebih optimal.
Tak berhenti pada pembacaan suhu, Vendy juga memasang sistem early warning. Ketika temperatur memasuki kondisi berbahaya, pengendara akan mendapat tiga peringatan sekaligus melalui buzzer, tampilan status pada LCD, dan notifikasi melalui aplikasi IoT Blynk.
“Kalau sistem mendeteksi suhu overheat, early warning akan aktif. Ada tiga indikator, yaitu buzzer, status di LCD, dan notifikasi dari IoT Blynk,” jelasnya.
Menurut Vendy, sistem tersebut diharapkan memberi pengendara waktu untuk mengambil tindakan sebelum mesin benar-benar mengalami kerusakan. Sebab, overheat yang dibiarkan dapat membuat mesin mengelitik, merusak komponen hingga menyebabkan mesin macet.
Pengujian perangkat dilakukan pada Honda PCX 150 miliknya. Motor tersebut digunakan berkendara hingga temperatur mesin meningkat untuk melihat respons sensor dan sistem peringatan yang dirancang.
“Dari pengujian PCX 150 yang saya rakit, saya bawa jalan sampai kondisi suhu sekitar 100 derajat dan indikator bawaan motor menyala,” katanya.
Pengembangan teknologi tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana Untag Surabaya mendorong karya mahasiswa agar tidak berhenti sebagai tugas akhir.
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro mengatakan, kampus terus mendorong hasil riset mahasiswa untuk dikembangkan hingga memiliki manfaat lebih luas, termasuk menuju hilirisasi dan komersialisasi.
“Ini salah satu upaya bagi kami untuk meningkatkan kualitas akademik. Dengan pemilihan karya inovasi yang menarik, banyak mahasiswa akan termotivasi untuk membuat karya ilmiah semenarik mungkin,” ujar Harjo.
Menurut Harjo, karya inovasi mahasiswa berasal dari berbagai program studi dan dikembangkan melalui kelompok riset maupun roadmap penelitian fakultas. Kampus juga mendorong pengurusan hak kekayaan intelektual (HAKI) terhadap karya yang dinilai memiliki potensi. lis