Panggalih Priambodoh dan Muhammad Khadiq Yahya, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin mempraktikkan ‘Rancang Bangun Mesin Pengiris Menggunakan Pisau Rotari dengan Variasi Putaran Motor dan Jumlah Mata Pisau’ untuk tugas akhirnya, di Kampus Untag Surabaya, Rabu (23/2/2022). DUTA/wiwik

SURABAYA | duta.co – Dua mahasiswa program studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Panggalih Priambodoh dan Muhammad Khadiq Yahya membantu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bojonegoro.

Keduanya membuat mesin pemotong untuk usaha keripik yang dijalankan UMKM di daerah tersebut. Mesin itu untuk membantu agar produktivitas pelaku usaha lebih meningkat karena selama ini masih dilakukan secara manual.

Inovasi ini mengantarkan dua mahasiswa tersebut mendapatkan predikat skripsi menarik dari Fakultas Teknik “Jadi inisiatif kami adalah membuat sebuah alat pemotong keripik dengan harga yang terjangkau agar industri industri kecil tersebut dapat memiliki mesinpemotongagarproduksidariUMKMtersebutdapatmeningkat,”jelas Panggalih.

Mesin ini bisa digunakan untuk memotong segala jenis bahan yang akan dijadikan keripik, bisa tempe, singkong, ketela rambat serta pisang. “Tebal tipisnya bisa diatur sehingga hasilnya bisa sama. Kalau secara manual, tebal tipisnya tidak bisa sama,” tukasnya.
Diakui keduanya, untuk merancang mesin ini dibutuhkan waktu yang lama. Beberapa kali keduanya mengubah desain agar pas dan terlihat lebih enak dipandang dan digunakan.

Mesin pemotong dirancang dengan berbagai alat penunjang. “Syarat utamanya adalah pisau yang dimodel bulat, agar berputar. Lalu rangka yang terbuat dari besi hollow, pillow block, pulley dan motor alternating current (AC),” jelas Khadiq.
Dia pun menjelaskan bahwa mesin pemotong dapat bekerja dengan sangat sederhana dengan daya pada motor 1/4 Hp dengan putaran 1420 rpm, diameter poros yang dipakai 20 mm berbahan S45C, diameter pulley 4 in, 5 in, 6 in berbahan aluminium, bearing dengan diameter dalam 20 mm.
“Mesin ini dengan putaran motor AC yang diperlambat dengan varian pulley yang dayanya diteruskan ke pisau yang berputar,lalu bahan keripik tersebut bergerak lurus menuju arah pisau dan akhirnya terpotong,” terangnya.

Hasil percobaan mesin pemotong pada tempe didapatkan hasil terbaik pada putaran mesin 591,7 rpm menggunakan satu pisau potong dengan hasil 100 irisan. “Dalam waktu 11 detik dengan persentase banyaknya irisan tempe yang layak adalah 88% yakni 88 irisan layak,12 irisan rusak,” jelas Khadiq. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry