SURABAYA | duta.co – Asyik dan menarik. Sejumlah Mahasiswa S1 Keperawatan dan S1 Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surabaya menunjukkan cara kerja hasil inovasi yang diciptakan mereka yaitu lentera” fotosintesis” di Gedung At Tauhid Kampus UMSurabaya, Senin (11/09/2019).

Lentera Fotosintesis merupakan produk inovasi di bidang modern agricultural yang memiliki fungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman serta dapat digunakan pada tanaman musiman agar dapat tumbuh dan menghasilkan buah disetiap musimnya.

Inovasi baru di bidang teknologi ini diinisiasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya). Adalah Ghois Qurniawan dkk, mahasiswa Teknik Elektro UM Surabaya ini berhasil menciptakan lentera fotosintesis yang berfugsi untuk menggantikan cahaya matahari di waktu malam.

“Pembuatan lentera fotosintesis ini bermula dari kepekaan melihat area persawahan yang cukup gelap di malam hari,” terang Ghois.

Mahasiswa tersebut adalah Vajri Vega Nanda, Judith Syifa Fauziah, Fatma Aula, Marta Kusuma Putri mereka dari Fakultas Keperawatan dan Ghois Qurniawan dari Fakultas Teknik Elektro.(FT/wiwiekwulandari)

Dari situlah mahasiswa teknik Elektro ini berinisiatif membuat penerangan di area sawah. Kendati demikian, ia tak hanya ingin membuat lampu penerangan biasa. Oleh karenanya, riset demi riset dilakukan dan lahirlah lentera fotosintesis. Alat ini terbilang cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan sebuah tiang besi yang di bagian atasnya dipasang lampu LED. Cahaya lampu tersebut menggantikan sinar matahari untuk proses fotosintesis saat malam.

“Saya ingin lampu tersebut bisa bermanfaat juga untuk petani dan tanaman. Kalau siang tidak menyala. Jadi fotosintesis tetap dilakukan dengan cahaya matahari. Saat malam akan menyala otomatis. Cahaya yang menerangi bisa bermanfaat bagi tanaman untuk kembali memproduksi makanan,” jelasnya.

Tidak sia-sia hasil inovasi ini menyabet medali emas mewakili Indonesia dalam ajang “Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation & Technology Expostion” untuk Kategori Teknologi Modern Agricultural di Thailand  beberapa hari yang lalu.

Disampaikan Ghois bahwa selama tiga bulan dirinya melakukan uji coba pada beberapa tanaman yang sejenis dengan memberikan perlakuan yang berbeda. Hasilnya menunjukan bahwa tanaman yang disinari lentera fotosintesis dapat berbuah dua kali.

“Daunnya juga masih hijau, batangnya bagus. Jadi lebih produktif karena bisa berfotosintesis,” imbuhnya. (wwk)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.