Keterangan gambar hersubenoarief.com

JAKARTA | duta.co – Memalukan dan memilukan! Inilah peristiwa yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi dan dugaan peran Badan Intelejen Negara (BIN). Untuk itu, Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bung Karno (KBM-UBK) mendesak pemerintah mengklarifikasi peristiwa dugaan Badan Intelejen Negara (BIN) di balik kasus tersebut.

Presidum KBM-UBK Ahmad Husein kepada wartawan menjelaskan, pemerintah harus menjaga netralitas BIN sesuai fungsinya. Bukan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan. “Kami meminta klarifikasi resmi pemerintah terkait fitnah keji yang dilakukan oknum BIN terhadap HRS di Riyadh Arab Saudi,” kata Husein sebagaimana dikutip RMOL, Sabtu, (10/11).

Husein menambahkan jika benar BIN terlibat dalam peristiwa tersebut. Pihaknya meminta Presiden Jokowi untuk mengontrol dan mengawasi kinerja BIN agar independen dalam menjalankan tugas dan fungsi strategis.

Jika perlu Presiden mencopot kepala BIN Budi Gunawan karena dinilai tidak profesional dalam bertugas. “Jika benar Presiden Jokowi harus mengganti Budi Gunawan karena kurang profesional dan kompeten dalam memimpin Lembaga tersebut,” pungkasnya.

Tak Tahu Kalau Ada Nama EB

Sementara, Komisi I DPR RI meyakini tidak ada operasi intelijen dalam kasus Rizieq Shihab di Arab Saudi. Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon menjelaskan beberapa bulan terkahir pihaknya melakukan rapat kerja dengan BIN.

Dalam rapat kerja itu juga dibahas mengenai Rizieq Shihab. Ia juga memastikan dugaan pemasangan poster plastik mirip bendera kelompok militan ISISI di belakang rumah Imam Besar FPI itu kepada Kepala BIN, Budi Gunawan.

“Dua kali dalam tiga bulan ini kita Raker dengan BIN, kita juga tanyakan itu tidak ada. Karena kita pengawas BIN di Komksi I DPR RI. Jadi enggak ada (operasi intelijen),” ujar politisi PDI Perjuangan itu saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Effendi menambahkan pihaknya juga tidak mengetahui tentang adanya keterlibatan seorang WNI berinisial EB yang diduga melakukan pemasangan bendera di rumah sewaan Rizieq di Arab Saudi. Dia juga mengaku tak tahu kalau EB merupakan Ketua Projo di Arab Saudi.

“Dari anggaran sampai keterlibatan informannya (operasi intelijen) pun tidak ada. Gimana saya tahu,” ujarnya. (nes,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.