KEMAH BUDAYA : Claudia mahasiswa asal Polandia mengaku merasakan pengalaman istimewa selama mengikuti beragam kegiatan UJICC.  Claudia kepincut dengan ragam kuliner yang ada di Indonesia khususnya yang ada di sekitar Universitas Jember. (duta.co/udiek)

JEMBER | duta.co –Pelaksanaan kemah budaya internasional Universitas Jember (Unej) yang dikemas dalam acara Universitas Jember International Cultural Camp (UJICC) tahun 2019 yang digelar Pusat Layanan Internasional Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember diikuti oleh peserta mahasiswa dari 11 negara.

Acara yang digelar sejak tanggal 16 Juli 2019 hingga tanggal 31 Juli 2019 ini rupanya menimbulkan kesan tersendiri bagi para peserta.

Claudia misalnya, mahasiswa asal Polandia ini mengaku merasakan pengalaman yang begitu istimewa selama mengikuti beragam kegiatan UJICC.  Claudia kepincut dengan ragam kuliner yang ada di Indonesia khususnya yang ada di sekitar Universitas Jember.

“Saya sangat menikmati seluruh rangkaian acara dalam UJICC. Karena ini adalah sesuatu yang baru. Saya banyak dikenalkan dengan budaya Indonesia yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Mulai dari Reog Ponorogo, bermain gamelan, belajar membatik dan berbagai kegiatan yang mengandung nilai buadaya lainnya yang dikemas dengan menarik,” ujar Claudia ditengah-tengah mengikuti kegiatan UJICC di Kampus Tegalboto, (29/7).

Menurut Claudia, ketertarikannya tidak hanya pada budaya yang diperkenalkan. Namun Claudia juga mengaku menikmati ragam kuliner yang disuguhkan padanya. Mulai dari rawon, tumpeng, apem dan beragam jajanan tradisional yang lain.

“Saya suka sambal Indonesia karena pedasnya begitu nikmat. Sambalnya di sini (Indonesia) berbeda dengan sambal di Malaysia, sambal di sini ada bermacam-macam tetapi semuanya begitu pedas. Kalau sambal di negara saya tidak pedas, mungkin lebih mirip saos tomat yang disirami minyak zaitun,” lanjut Claudia.

Selain sambal, Claudia juga mengaku suka dengan prol tape. Rasa legit jajanan yang dibuat  dari tape ini menurutnya ada kemiripan dengan kue tradisional yang ada dinegaranya.

“Tetapi di negara saya dibuat dengan menggunakan bahan ragi. Untuk rasanya begitu mirip dan saya suka prol tape. Nasi tumpeng saya juga suka karena bentuknya unik, kalo rawon saya suka kuah hitamnya,” lanjut Claudia.

Setelah UJICC usai Claudia ingin melanjutkan perjalanannya ke Pulau Bali. Di sana dia ingin melihat secara langsung bagaimana upacara adat keagamaan dilaksanakan. “Lain waktu saya ingin berkunjung ke Sumatra dan Kalimantan. Saya ingin menikmati indahnya pemandangan alam dan kekayaan alam yang ada disana ,” pungkas Claudia. (dik)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.