
SURABAYA | duta.co – Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melakukan program integrasi pengabdian masyarakat (pengmas) desa binaan dan KKN.
Kegiatan dengan ini melatih kader kesehatan dan remaja putri agar lebih memahami sistem reproduksi dan perawatannya.
Pengmas dan KKN ini digelar di Kelurahan Wonokromo Surabaya di bawah bimbingan dosen, Dr Faridah Umamah. Faridah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para remaja dan kader kesehatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem reproduksi sejak dini.
“Ini sebagai upaya mencegah beberapa penyakit reproduksi beserta tanda tanda di setiap penyakit,” kata Faridah.
Sosialisasi ini diikuti remaja laki-laki dan perempuan usia 13–18 tahun serta kader kesehatan di Kelurahan Wonokromo selama dua kali pertemuan yakni 10 dan 29 Mei 2025.
“Kita ketahui bahwa kesehatan reproduksi sangatlah penting karena menjadi salah satu tolak ukur derajat kesehatan di Indonesia. Di mana kurangnya pengetahuan dalam menjaga kesehatan reproduksi yang dapat mengakibatkan penyakit seperti kanker serviks dan payudara, Sifilis, Hiv dan Aids serta penyakit menular seksual (PMS),” jelas Faridah.
\Maka penting bagi remaja untuk menjaga Kesehatan reproduksi mulai dari usia dini selain dapat mencegah terjadinya penyakit dapat meminimalisir intervensi yang diberikan jika sudah terdeteksi sejak dini.
Salah satu isu penting yang diangkat dalam kegiatan ini adalah kurangnya pemahaman remaja terhadap risiko-risiko kesehatan reproduksi yang muncul akibat kurangnya edukasi, minimnya perawatan kebersihan diri, serta pengaruh media sosial yang tidak terbendung.
Hal ini diperparah dengan masih adanya stigma terhadap pembahasan kesehatan
reproduksi di lingkungan keluarga maupun sekolah. Berdasar permasalahan diatas
dibutuhkan sosialisasi untuk masyarakat terutama remaja agar dapat mengenali pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
“Beberapa alasan tersebut menjadi pertimbangan bagi kami, Dosen pembimbing dan mahasiswa keperawatan dan kebidanan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di Wilayah Kelurahan Wonokromo Surabaya.
Metode yang dilaksanakan dalam membantu masyarakat yaitu dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada remaja di wilayah Kelurahan Wonokromo Suarabaya,” tuturnya.
Faridah menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pembentukan remaja sehat dan sadar reproduksi, serta dapat mencetak kader-kader kesehatan muda yang dapat membantu memberikan edukasi kepada teman sebaya mereka di lingkungan masing-masing. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 80 orang terdiri dari 60 remaja dan 20 kader kesehatan wilayah.
Dengan kegiatan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat para remaja dalam menjaga sistem reproduksinya, serta terbentuknya pola pikir kritis terhadap penyakit-penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi jika tidak dirawat dengan baik. ril/hms







































