Foto bersama tim KKN Unusa dengan guru dan siswa Sekolah Dasar Negeri di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokertobusai kegiatan mitigasi bencana, Juli. DUTA/ist

MOJOKERTO | duta.co –  Mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan P3K.

Kegiatan itu diberikan untuk  siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (19/6/2025).

Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada siswa tentang penanganan awal, serta pengendalian mental jika terjadinya tanah longsor, melihat kontur tanah yang mudah terjadinya tanah longsor, dan penggunaan P3K apabila memberi pertolongan pertama jika terjadinya kecelakaan.

Program sosialisasi ini merupakan bagian dari “Program Integrasi Pengabdian kepada Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata” Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya 2025.

Dosen pembimbing, Friska Ayu mengatakan kegiatan ini dapat menjadi wujud nyata kontribusi Unusa dalam menjalin hubungan erat dengan masyarakat, khususnya para guru dan murid SDN Kemiri 1 dan 2. “Selain itu untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini dua mahasiswa Unusa Program Studi D-IV Keselamatan Kerja (K3) juga melakukan praktik secara langsung mitigasi bencana tanah longsor dan praktik penanganan luka menggunakan alat-alat P3K.

Mereka juga memaparkan apa yang harus kita lakukan saat terjadi bencana tanah longsor, mempelajari apa saja isi alat-alat yang ada di dalam kotak P3K, pertolongan apa yang dilakukan saat terjadi cedera.

Peserta sosialisasi ini merupakan siswa sekolah dasar kelas 5 sebanyak 35 orang, peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini apalagi saat melakukan praktik secara langsung dan mereka menanyakan beberapa pertanyaan.

“Bagaimana cara mengobati luka ringan seperti lecet dan tergores saat setelah terjadi bencana tanah longsor?,” ujar Syafa, salah satu siswa dasar di SDN Kemiri.

Dan ada 1 pertanyaan lagi dari Dahar yang merupakan siswa sekolah dasar kelas 5. “Bagaimana mitigasi bencana saat kita dirumah? Dan bagaimana jika kita tidak mempunyai alat P3K? Dengan cara apa kita mengobati luka jika ada yang mengalami luka ringan?,” tanyanya.

Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya kepada guru dan murid SD Kemiri, Kecamatan Pacet.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan budaya Kesehatan dan Keselamatan di lingkungan sekolah. Diharapkan kegiatan ini mampu untuk menyadarkan bahwa pentingnya K3 di lingkungan sekolah. ril/hms

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry