Debat Bahasa Inggris yang digelar di STIE Perbanas Surabaya, Sabtu (23/3). DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menetapkan pola pembinaan mahasiswa.

Hal itu bertujuan untuk mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, terampil, kompeten dan berbudaya.

Salah satu bentuknya dengan menggelar National University Debating Championship (NUDC) 2019. Setiap wilayah pun diminta untuk mengirimkan tim debat mahasiswa agar berkiprah di kancah nasional maupun internasional.

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII menyelenggarakan Lomba Debat Bahasa Inggris untuk menentukan tim debat mahasiswa terbaik di kampus STIE Perbanas, Sabtu (23/3).

Sekretaris LLDIKTI Wilayah VII, Dr. Widyo Winarso, M.Pd mengatakan lomba tersebut merupakan rangkaian kegiatan nasional maupun international.

Khusus tahun ini, pihaknya memulai untuk memperluas cakupan lomba di tingkat rayon agar partisipasi mahasiswa yang terlibat lebih banyak.

 ”Selama ini kita memang langsung ke provinsi atau wilayah dan yang ikut terbatas karena memang kuota. Mulai saat ini, kita bersepakat dengan tim, lomba diadakan di tingkat rayon kemudian ke wilayah,” jelasnya.

Setelah di tingkat wilayah, pihaknya akan menentukan 8 tim yang akan dikirim ke nasional. Winarso pun berharap nantinya tim dari wilayahnya bisa menjadi delegasi ke World University Debating Championship (WUDC).

Dirinya mengakui bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi kerja berat. Pasalnya, untuk kompetisi jenis ini, PTS belum banyak berbicara karena masih didominasi oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

”Di Jawa Timur ini, kemarin ya ITS atau UB yang sering atau hampir setiap tahun Juara Nasional,” ceritanya.

Namun, pihaknya tetap optimis memperoleh hasil lebih baik karena persiapannya lebih dini dan massive.

”Maka kita berharap, lulusan kita bisa ke nasional dan menjadi delegasi di internasional yang nantinya (diadakan) di Thailand,” harapnya.

Diketahui, pada Sabtu-Minggu, 23-24 Maret 2019, jumlah perguruan tinggi yang ikut di Rayon 02 sebanyak 24 tim.

Setiap timnya berjumlah 3 mahasiswa ini akan melewati sejumlah tahapan untuk maju tingkat wilayah Jawa Timur.

Sistem yang digunakan dalam NUDC adalah sistem British Parliamentary (BP). Mereka akan dipilih menjadi 16 besar, kemudian 8 besar dan masuk di babak final.

Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., pun turut mendukung segenap peserta lomba bersaing memperoleh hasil terbaik.

Menurutnya, lomba ini dijadikan mahasiswa STIE Perbanas Surabaya sebagai media latihan untuk bertanding dengan mahasiswa kampus lain melalui media debat.

Pihaknya pun menargetkan mahasiswanya bisa menjadi pemenang di nasional maupun internasional. Hal itu sesuai dengan visi global kampusnya, maka mahasiswa pun bisa berkompetisi di tingkat global.

Harapannya nanti, mahasiswa kami bisa menang di nasional dan internasional karena target kita visi global maka mahasiswa pun bisa berkompetisi di tingkat global, utamanya melalui lomba debat Bahasa inggris ini,” harap Yudi Sutarso. ril/end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.