MALANG | duta.co – Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021 Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendapat support dari institusi. Program ini merupakan implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbud Tahun 2021.

WR III ITN Malang, Ir. Fourry Handoko, ST SS MT Ph.D IPU menyatakan, mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang terlihat sudah baik dan siap dalam menjalankan rangkaian kegiatan PHP2D. Ini terlihat dari penyelenggaraan kegiatan yang disiapkan secara matang. Tidak hanya konsep kegiatan, namun juga manajemen serta pengelolaan keuangan dari hibah yang diterima. Apalagi kegiatan melibatkan warga setempat dari berbagai kalangan.

“Mahasiswa bisa transfer knowledge kepada banyak penduduk maupun organisasi kependidikan yang ada di desa ini. Semoga bisa men-support salah satu upaya peningkatan ekonomi desa,” kata Fourry.

Menurut Ketua Tim PHP2D Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang, Zabilla Wulandayani, pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pembuatan briket/arang memanfaatkan limbah setempat. POC dibuat dari limbah jeruk, sedangkan briket memanfaatkan limbah kulit jeruk atau limbah ampas tebu. Pasalnya Desa Panggungrejo merupakan penghasil buah jeruk dan tanaman tebu.

“Kami mencoba memanfaatkan limbah buah jeruk sekaligus edukasi kepada masyarakat akan pentingnya POC sebagai pengganti pupuk kimia bagi tanaman sayuran. Sedangkan bio briket dari kulit jeruk atau ampas tebu sebagai energi alternatif yang tidak menghasilkan polusi udara dalam pemanfaatannya (pembakaran),” ujar Billa akrab disapa.

Desa Panggungrejo sebagian besar petaninya selain petani jeruk juga petani tebu. Batang tebu selain dibawa ke pabrik gula, juga diambil sarinya untuk minuman. Sisa ampas tebu ini biasanya hanya dibakar begitu saja. “Nah, dari pada hanya dibakar kan bisa kita manfaatkan untuk briket. Teknologi ini yang kami coba kenalkan ke warga. Kami kombinasi dengan kulit jeruk, atau bisa juga diganti dengan sekam padi,” lanjutnya.

Dari pelatihan PHP2D, maka akan menghasilkan produk. Untuk itu tim PHP2D Kampus Biru juga akan mengajarkan pemasaran dari produk tersebut dengan metode pemasaran online dan offline. Sehingga kelak diharapkan dapat menaikkan tingkat perekonomian warga setempat.

“Kalau online mungkin bisa dari platform pemasaran atau lewat media sosial seperti instagram. Nah, goals dari kegiatan ini insyaallah warga akan berencana mendirikan UMKM sendiri. Nanti, setelah program usai kami bisa memonitoring dari UMKM-nya,” tandasnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry