Uji coba laboratorium Micro Teaching Unusa bagi mahasiswa semester enam dari empat program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Mahasiswa dari empat program studi (prodi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) akan mulai menggunakan laboratorium micro teaching, minggu depan.

Di laboratorium itu, para mahasiswa dari prodi PGSD, PGPAUD, Pendidikan Bahasa Inggris dan Profesi Guru PGSD akan mempraktikkan bagaimana mengajar di dalam kelas, sebelum memasuki masa pengenalan lapangan persekolahan (PPL) di semester gasal (tujuh) mendatang.

Sebelum memasuki masa praktik di laboratorium tersebut, mahasiswa terlebih dulu melakukan uji coba di awal masuk kuliah setelah libur lebaran 2022, Senin (9/5/2022).

Di laboratorium itu, tersedia berbagai macam alat yang bisa membantu para mahasiswa untuk belajar menjadi guru (pendidik).

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

“Kita lakukan uji coba agar mahasiswa itu tahu, fungsi dari alat-alat yang ada di laboratorium micro teaching itu. Sehingga ketika benar-benar masuk ke perkuliahan dan praktik, mereka sudah paham fungsi dari alat-alat yang ada,” ujar Tim Teaching Laboratorium Micro Teaching yang juga Kepala Prodi Bahasa Inggris, Tyas Saputri, Selasa (10/5/2022).

Di laboratorium itu, ada banyak alat-alat mengajar yang sangat kekinian. Mulai dari smart TV (smart board), light board, kamera, perekam dan sebagainya. “Memang banyak sekolah yang nantinya belum punya alat-alat itu, namun jika ada sekolah yang memiliki alat-alat canggih, mahasiswa tidak akan canggung menggunakannya saat praktik lapangan,” jelas Tyas.

Di laboratorium itu nantinya mahasiswa akan benar-benar mempraktikkan cara mengajar seperti layaknya di kelas. Dalam satu kelas hanya maksimal diikuti sepuluh mahasiswa yang secara bergantian akan menjadi ‘guru’ dan lainnya menjadi ‘murid’.

Di laboratorium itu, mahasiswa tidak akan canggung untuk praktik mengajar karena dosen tidak hadir di dalam laboratorium itu melainkan akan mengamati cara praktik mahasiswa dari ruangan lain. “Sehingga mahasiswa bisa benar-benar lepas mengajarnya,” tukas Tyas.

Laboratorium micro teaching ini memang baru bisa difungsikan di semester ini. Padahal, sejak setahun lalu, sudah diresmikan penggunaannya. Semua karena kondisi pandemi yang dibatasi pertemuan tatap muka.

“Sekarang kami baru bisa mempergunakannya. Alhamdulillah, semua yang ada di laboratorium ini bisa menunjang praktik dan memudahkan mahasiswa untuk belajar menjadi guru,” jelas Tyas. ril/end

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry