Edukasi kesehatan reproduksi pada santriwati Pondok Pesantren Al Izzah, Kota Baru, Sabtu (4/9/2021). DUTA/ist

BATU | duta.co – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi bagi santriwati di Pondok Pesantren Al Izzah Putri di Kota Batu, Sabtu (4/9/2021).

Mereka bertiga adalah Cahyani Tiara, Safa Salsabila dan Nur Anisah R dari program S1 Fakultas Kedokteran  dan pasca sarjana  Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Di bawah bimbingan dosen Dr dr Eighty Mardian Kurniawati, ketiganya melakukan pengabdian masyarakat agar para santriwati memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Edukasi ini penting, karena menjaga kesehatan reproduksi itu perlu pendampingan orang tua. Ketika jauh dari orang tua maka bisa jadi santriwati tidak mengetahui bagaimana menjaga kesehatan reproduksinya.

Terutama pengetahuan tentang menstruasi, pubertas, keputihan dan hal lain masih menjadi tanda tanya bagi santriwati yang baru mengalami baligh.

“Karenanya, sebagai insan akademis, kami mempunyai kewajiban untuk memberikan ilmu yang bermanfaat bagi santriwati.  Dan para mahasiswa yang aktif dan kreatif juga diharapkan ikut berperan,” ungkap dr Eighty.

Di Pondok  Al Izzah Putri, tiga mahasiswa bergantian memberi materi tentang pubertas, menstruasi dan keputihan. Sebanyak 235 santriwati yang duduk di bangku SMP antusias mengikuti kegiatan ini.

Memberikan pemahaman lebih kepada santriwati bagaimana menjaga kesehatan reproduksinya. DUTA/ist

Banyak.pertanyaan diajukan. Terutama tentang haid yang tak kunjung datang, nyeri haid maupun haid berkepanjangan. Sementara, santri yang lain juga mengeluhkan temannya yang menjadi badmood, mudah tersinggung dan sensitif.

Setelah presentasi oleh mahasiswa, dr Eighty melayani pemeriksaan 16 santri yang memiliki keluhan. Hampir semua mengeluh tentang keputihan dan gangguan haid . Tentu saja, selain pemeriksaan dilakukan edukasi berulang secara pribadi tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

“Termasuk tanda keputihan tak normal, gangguan haid,  berapa kali harus ganti pembalut saat haid maupun cara cebok yang benar,.”Keputihan tak normal pasti hanya datang di saat tertentu. Misalnya sebelum dan sesudah haid, saat berhubungan dengan suami, dan saat dipertengahan siklus haid,” kata dr Eighty.

Dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan ini juga menjelaskan keputihan yang berbau, gatal dan berubah warna kuning atau hijau, perlu mendapat perhatian khusus dan mungkin perlu pengobatan yang tepat.

Tak kalah menarik, tim ini juga menyiapkan modul tentang kesehatan reproduksi yakni buku saku tentang puber untuk aku dan kamu.  Harapannya kelak dgunakan para santriwati di pondok yang membutuhkan informasi tentang kesehatan reproduksi secara akurat. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry