
SURABAYA | duta.co – Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga (FK Unair) didorong untuk mengikuti program Intercalated Degree ke University of Manchester (UoM).
Program itu merupakan kerjasama FK Unair dengan FK UoM yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester tujuh, S1 Kedokteran.
Mereka yang terpilih nantinya akan menempuh pendidikan selama setahun dan langsung memperoleh gelar S2 walau mereka belum menyelesaikan program S1 dan profesi dokternya.
Wakil Dekan III FK Unair, Prof Azra Al Fauzi mengatakan program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa FK Unair. Karena di saat proses penyelesaian studi S1, mahasiswa bisa langsung mendapatkan gelar S2 hanya dalam waktu satu tahun.
“Di semester tujuh mereka ke sana, terus belajar setahun, pulang dapat gelar S2. Dan mereka melanjutkan lagi di FK Unair untuk meneruskan program profesi dokternya,” kata Prof Azra usai acara Unair Manchester Showcase Symposium, Senin (10/11/2025).
Prof Delvac Oceandy dari UoM menambahkan program ini merupakan
Kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang tidak ada di kurikulum reguler. “Mereka bisa belajar apapun sesuai dengan minat,” ungkapnya.
Program ini baru meluluskan angkatan pertama. Sebanyak enam mahasiswa FK Unair berhasil lulus dengan baik. Dan angkatan kedua baru sedang menempuh pendidikan.
Stella Agatha, salah satu mahasiswa yang berhasil mengikuti program ini mengaku senang bisa menempuh studi di salah satu kampus terbaik di dunia.
Selama menempuh pendidikan, Stella merasakan banyak perbedaan. “Di sana harus mandiri, harus memiliki inisiatif sendiri untuk membaca jurnal dan sebagainya,” ungkapnya.
Stella juga mengaku senang karena dia menjadi salah satu yang mendapatkan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Selama setahun, Stella memperkirakan sekitar Rp 1 miliar dia terima untuk program ini. “Kalau mendapatkan beasiswa LPDP kita harus memberikan kontribusi untuk Indonesia,” tandasnya.
Untuk program ini, mahasiswa FK Unair harus mengikuti seleksi yang sudah ditentukan. Seleksi akan dilakukan oleh tim dari FK Unair dengan minimal IPK tertentu. Selain itu, bahasa Inggris juga harus dikuasai dengan baik dan tidak bisa ditawar. “Harus skorenya 6,50 untuk IELTS (International English Language Testing System),” kata Prof Delvac yang juga alumni FK Unair itu.
Dengan program yang bagus ini, Dr dr Lilik Herawati selaku koordinator S1 Kedokteran FK Unair, mengaku mahasiswa FK memang didorong untuk ikut seleksi. “Karena banyak keuntungan yang didapat mahasiswa. Dan jika tertarik, mahasiswa bisa mempersiapkan diri sejak dini terutama kemampuan bahasa Inggrisnya,” tukas Lilik. lis





































