BERWIRAUSAHA : Mahasiswa yang tergabung dalam Kopma Unusa menunjukkan produk hasil olahan mereka yang dijual di ajang pameran Kopma Expo yang digelar di halaman kampus B, Selasa (26/2). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Mahasiswa tidak hanya dicetak pintar secara akademik tapi juga harus berjiwa wirausaha.

Tapi jiwa wirausaha saja tidaklah cukup, yang utama adalah bisa berwirausaha secara riil.

Karena itu Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus mencetak mahasiswa yang bisa berbisnis secara nyata.

Langkah konkrit itu dilakukan Unusa untuk mahasiswa yang tergabung dalam koperasi mahasiswa (Kopma).

Salah satu program yang dilakukan untuk mencetak mahasiswa berwirausaha dengan membuat pameran produk para mahasiswa anggota Kopma.

“Ini bentuk menciptakan mahasiswa berwirausaha secara riil,” ujar Pembina Kopma Unusa, Mohammad Ghofirin di sela acara pameran produk mahasiswa di Kampus B, Selasa (26/2).

Diakui Ghofirin, dari 300 anggota Kopma itu memang diharapkan memiliki ide bisnis yang riil yang bisa langsung diaplikasikan.

“Memang banyak yang lanjut tapi ada pula yang lanjut. Nah anggota yang tetap konsisten di Kopma ini harus kita wadahi dengan baik. Salah satunya dengan pameran seperti ini,” tukas dosen Akuntansi ini.

Menjadi anggota Kopma, setidaknya ada tiga hal yang bisa dipelajari mahasiswa. Yakni berorganisasi bisnis, berbisnis secara riil dan berjiwa sosial.

Berorganisasi bisnis, Ghofirin menjelaskan hanya di koperasi mahasiswa tidak hanya belajar berorganisasi tapi juga berbisnis secara riil.

“Riil diajarkan mahasiswa harus bisa berbisnis setidaknya menjual produk-produk yang disukai konsumen. Serta di koperasi mahasiswa harus berjiwa sosial, bukan hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya tapi social profit oriented,” jelasnya.

Memang sampai saat ini, mahasiswa yang tergabung dalam kopma Unusa ini belum menciptakan produk yang unik, namun setidaknya mahasiswa sudah mulai menciptakan produk yang disukai masyarakat.

“Perlahan kita arahkan menuju ke sana, berkreasi tapi disukai konsumen,” tukasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.