TOSAREN : Pembangunan pagar dan paving di Halaman Gedung Serba Guna Tosaren (Muhamad Mahbub/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Banyak pihak menyangka jika Lurah Tosaren Akhmad Kuzaini, S.Sos lolos dari jeratan kasus pungli, meski dirinya dikabarkan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat menerima sejumlah uang oleh tim Saber Pungli Satreskrim Polres Kediri Kota.

Namun, diduga karena ke-‘sakti’-annya, sosok sebenarnya dikenal pendiam ini, terlihat kembali beraktifitas bekerja. Dibenarkan sejumlah staf kelurahan, bahwa selang dua hari usai diamankan di Mapolres Kediri Kota, Lurah Tosaren kembali beraktifitas pada Jumat kemarin.

Hal ini berlanjut hingga berita ini diturunkan, dia terlihat pagi datang untuk absen dan kembali lagi pada sore menjelang jam kerja pelayanan usai.

“Beliau baru pulang, tadi datang kemudian finger print terus pergi dengan alasan ada pemanggilan,” terang salah satu staf meminta identitasnya dirahasiakan saat dikonfirmasi, Rabu siang di Kantor Kelurahan Tosaren.

Saat dikorek keterangan, apakah benar lurah meminta sejumlah uang kepada pihak kontraktor saat ini sedang membangun pagar dan paving, justru didapat keterangan jika proyek bertempat di gedung serba guna ini dalam tahap akhir.

“Proyeknya mau selesai, saya tidak tahu jika beliau meminta sejumlah uang. Itu kan hanya isu, dan memang beliau mengaku sempat dimintai keterangan di Polresta,” imbuh staf kelurahan.

Pasca OTT Tidak Awasi Proyek

TOSAREN : Suasana Kantor Kelurahan Tosaren (Muhamad Mahbub/duta.co)

Saat dicek di lokasi pembangunan, memang terlihat sejumlah pekerja sedang bekerja menyelesaikan pemasangan paving. Dari keterangan Wage, mandor proyek, memang sebelum beredar kabar Lurah Tosaren terkena OTT, Akhmad Kuzaini, setiap hari mendatangi lokasi.

“Biasanya datang untuk memeriksa proyek, namun setelah ada kabar pak Lurah terkena OTT polisi, sampai sekarang saya tidak pernah melihat beliau datang ke sini,” terang Wage, menjelaskan jika proyek ini dimulai sejak 15 Juli lalu.

“Saat ini pengerjaannya sudah tahap finishing. Makanya di sini banyak pekerja, tidak seperti awal pengerjaan. Karena harus segera selesai, hingga kami lembur,” imbuhnya. Saat berusaha didatangi ke rumahnya, berada di Jl. Raya Cakarwesi No. 56 RT. 37 RW. 13 Kelurahan Tosaren terlihat sepi.

Pagar rumah tertutup rapat, meski diketuk berulangkali tidak terlihat ada penghuni yang berniat membukakan pintu. “Tadi sekitar pukul 9 pagi beliau datang tapi masuknya lewat pintu belakang,” jelas salah satu tetangga Lurah Tosaren.

“Beliau iini kan pejabat, jadi maklum kalau tidak ada waktu untuk ngumpul bareng dengan kita begini,” imbuh tetangga dekat minta tidak sebutkan identitasnya.

Didapat pengakuan, bahwa sebelum Akhmad Kuzaini dikabarkan terkena OTT, sempat bersitegang dengan tetangga sebelahnya hanya gara-gara ranting pohon mangga jatuh di pekarangan rumah lurah.

Lurah Tosaren Dimata Tetangga

TOSAREN : Lurahan Akhmad Kuzaini saat mendampingi tim penilaian Prodamas (istimewa/duta.co)

“Waktu itu pohonnya langsung ditebang, kemudian pemiliknya dimintai uang untuk biaya pekerja yang didatangkan pak lurah,” imbuhnya. Bentuk arogansi ini kemudian berkembang, ada tetangga lainnya mengaku kesal hanya karena ingin menggunakan lapangan merupakan aset kelurahan, dimintai uang Rp. 2 Juta.

“Masak ada grup jaranan mau pentas menghibur warga saja kok disuruh membayar dua juta. Seharusnya dia senang, diberikan hiburan di kampungnya. Kalau perlu malah menyumbang sebagai bentuk mendukung melestarikan budaya,” ujarnya sambil menggelengkan kepala.

Namun sejumlah tetangga yang ditemui ini, membenarkan jika Lurah Tosaren saat ini sedang berurusan dengan pihak kepolisian. “Saya sendiri juga heran, apalagi terkena OTT tapi kena bisa lepas? Coba maling sandal di masjid, pasti sudah babak belur dihajar jamaah terus dimasukkan tahanan,” ucapnya. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry