
PASURUAN | duta.co – Musim panen durian kembali tiba. Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, yang dikenal sebagai sentra penghasil durian terbesar di kaki Gunung Bromo, siap menyambut kedatangan para pecinta durian, Sabtu (21/2/2026).
Camat Lumbang, H. Didik Suriyanto, S.Pd., M.MPd., menegaskan bahwa wilayahnya merupakan “surganya” durian di Kabupaten Pasuruan. Keragaman jenis dan cita rasa durian di setiap desa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Setiap desa di Lumbang ini punya ciri khas. Bedo deso, bedo roso (beda desa, beda rasa). Kalau ingin mencari varian terbanyak dan terbaik, pusatnya ada di Desa Kronto dan Desa Pancur,” ujar Didik saat memantau aktivitas panen, baru-baru ini.
Menurutnya, terdapat empat desa utama yang menjadi lumbung durian, yakni Desa Kronto, Desa Pancur, Desa Lumbang, dan Desa Bulukandang. Dari sejumlah desa tersebut, Desa Kronto dikenal memiliki tiga varietas unggulan yang cukup melegenda, yakni Si Kasmin, Si Laron, dan Si Karim.

Durian Si Kasmin memiliki daging buah berwarna kuning keemasan dengan rasa legit. Si Laron bercita rasa manis menyerupai susu, sedangkan Si Karim memiliki tekstur sangat lembut.
“Ikon kami adalah Si Kasmin. Ukurannya bisa mencapai 4 kilogram per buah. Ini yang paling banyak diburu kolektor durian karena kualitasnya premium,” imbuh Didik.
Sementara itu, di Desa Pancur, para petani mulai mengembangkan varietas modern seperti Bawor, Musang King, durian hitam, hingga Montong Kani. Selain kualitas rasa, durian Lumbang juga dikenal memiliki harga yang relatif terjangkau karena pembeli dapat bertransaksi langsung dengan petani maupun tengkulak di lokasi.
Meski cuaca ekstrem sempat memengaruhi hasil panen sehingga produksi tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu, Didik memastikan stok durian tetap mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar.
“Puncak panen raya diprediksi terjadi pada akhir Maret atau setelah Hari Raya. Namun saat ini sudah mulai banyak durian yang jatuh atau masak pohon. Monggo, kami tunggu kedatangannya di Kecamatan Lumbang,” ajaknya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat mulai menggeliat. Kendaraan pikap pengangkut durian terlihat hilir mudik dari perkebunan menuju pasar-pasar di kota besar. Kehadiran wisata durian ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga sekaligus mengukuhkan Lumbang sebagai ikon agrowisata unggulan di Kabupaten Pasuruan. (Puj)






































