SURABAYA – Sebanyak 157 mahasiswa program studi D-3 Pengobat Tradisional (Battra), Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (Unair) berhasil mendapatkan surat tanda registrasi (STR). Artinya, mereka telah diijinkan untuk melakukan praktik terhadap pasien.

Penyerahan STR kepada lulusan dilangsungkan di Kantor Manajemen Unair , Kamis (23/3). Sekadar informasi, penyerahan STR ini merupakan kali pertama bagi prodi D-3 Battra Unair sejak tahun 2005. Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, menyampaikan apresiasinya terhadap para ahli madya Battra. Terbitnya STR merupakan petanda bahwa profesionalisme harus dijaga sebaik mungkin.

“Surat tanda registrasi ini bisa dijadikan sebagai rujukan ketika Anda memasuki dunia kerja. Apalagi, prodi Pengobat Tradisional tak banyak ditemukan di perguruan tinggi lainnya,” tandas Nasih.

Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Widi Hidayat, mengatakan prodi Battra memiliki keunggulan yang tidak dimiliki perguruan tinggi lainnya. Pengobat tradisional lulusan Unair mempelajari empat kompetensi. “Mulai dari akupunktur, akupresur, herbal, dan nutrisi. Kalau di tempat lain, mereka hanya memiliki satu kompetensi. Hal ini yang membedakan dengan prodi sejenis di tempat lain sebagai kelebihan menghadapi dunia kerja,” terang Widi.

Koordinator prodi D-3 Battra, Prof. Dr. Suhariningsih, mengatakan bahwa alumni Battra Unair telah bekerja di 36 puskesmas Kota Surabaya yang telah memiliki Poli Battra. Berdasarkan data tahun 2015, sebanyak 70 persen, ahli Battra bekerja sesuai bidangnya, yaitu jasa pelayanan kesehatan. Selain di pelayanan, mereka berkiprah di pemerintahan, dan wirausaha.

“Persebarannya, mayoritas di Jawa Timur sebesar 95,83 persen. Bagi alumni sebelumnya jika ingin mendapatkan STR, tentu harus ujian kompetensi dari empat kompetensi di Battra,” terang Suharingsih.

Sejak lebih dari satu dekade yang lalu, sebanyak 231 ahli madya Battra telah lulus dari Unair. Mereka banyak dibekali dengan keahlian penting demi memenuhi kebutuhan masyarakat.  “Seperti yang telah saya jalani untuk program terapi dalam bakti sosial yang rutin dilakukan di Gereja Marinus Yohanes, Kenjeran. Keahlian yang saya dapatkan dari Battra UNAIR akan membantu meningkatkan skill saya,” tutur Dian, alumnus Battra Unair. (end)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry