PEJUANG MUDA : Novita Rahayu Purwaningsih (kiri) dengan baju hasil rancangannya yang tampil dalam Graduation Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo Surabaya di Dyandra Convention Center, Jumat (22/2). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Dunia fesyen tanah air memang tidak kalah dengan luar negeri. Namun industrinya sampai saat ini masih harus bersaing ketat dengan produk fesyen luar terutama yang bisa menjual dengan harga murah.

Namun hal itu tidak menghalangi Novita Rahayu Purwaningsih, salah seorang peraih program Pejuang Muda Surabaya 2016 lalu itu untuk berkarya dan mengembangkan industri fesyen ini.

Apalagi, dia sudah berhasil mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bisa menimba ilmu di Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo Surabaya.

“Bisa menimba ilmu di Susan Budihardjo itu tidak mudah dan tidak murah. Karenanya saya harus bisa memanfaatkan itu sebaik-baiknya.

Dan kini saya siap berkarya demi mengembangkan dan menyeramakkan industri fesyen tanah air,” ujar Novita ditemui di sela Graduation LPTB Susan Budihardjo di Surabaya, Jumat (22/2).

Memang tidak mudah bagi Novita untuk bisa meraih beasiswa ini. Bersama dua teman lainnya dia berusaha keras meyakinkan Walikota Tri Rismaharini untuk bisa mendapatkan beasiswa ini.

“Sebelumnya saya testimoni di hadapan Bu Risma tentang Pejuang Muda. Dari penghasilan Rp 3 juta sebagai penjahit bisa langsung mendapatkan Rp 9 juta per bulan. Dari sana Bu Risma langsung bilang, saya akan carikan uang buat kamu supaya bisa sekolah di Susan Budihardjo,” jelasnya.

Selama setahun Novita dan dua teman lainnya menimba ilmu di LPTB Susan Budihardjo. Banyak pelajaran yang didapatnya, tentang dunia fesyen.

Hasilnya, saat graduation atau wisuda, Novita menampilkan empat gaun bertema Perfection. Tiga gaun ditampilkan di atas panggung dan satu gaun di pajang di area wisuda.

Gaun nan indah itu didapat Novita dengan inspirasi bunga Raflesia Arnoldy atau bunga bangkai. “Memang ini bunga bangkai, tapi kalau sudah mekar sangat indah, perfection,” tukasnya.

Dengan hasil karya ini, semakin membuat Novita percaya diri untuk terus bergelut di dunia fesyen tanah air.

Bahkan kini, Novita sudah memiliki dua merek fesyen yakni Vira Couple Wear untuk brand dengan harga di bawah Rp 500 ribu dan merek Byvira yang berkelas premium dengan harga di atas Rp 1 juta.

Susan Budihardjo, pemilik LPTB Susan Budihardjo mengatakan beasiswa yang diberikan Pemkot Surabaya ini memang sangat bermanfaat bagi para anak muda yang memiliki talenta besar di bidang fesyen.

“Saya mengapresiasi, karena sekolah di Susan Budihardjo itu tidak murah, setahun bisa mencapai Rp 45 juta di Surabaya. Kalau di Jakarta harga lebih mahal lagi,” tuturnya.

Tidak hanya para anak-anak yang menerima beasiswa, Susan juga mengapresiasi anak-anak muda yang masih tertarik untuk belajar fesyen untuk mengembangkan industri ini ke depan.

“Karena nantinya Indonesia ditarget bisa menjadi kiblat dunia fesyen dunia,” jelas Susan yang di awal 2019 ini, LPTB Susan Budihardjo Surabaya meluluskan 15 siswanya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.