Gus Yusuf dan Luluk (FT/tempo.co)

SURABAYA | duta.co – Ketua Umum Himpunan Santri Nusantara (HISNU), Yusuf Hidayat, mengaku heran membaca komentar Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah yang, menyoal Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberi keterangan kepada KPK di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur.

“Heran saya! Ini politisi PKB, yang kalah telak dalam Pilgub Jatim. Lalu, tidak kunjung move on. Sekarang menyoal Gubernur Khofifah. Padahal penjelasan KPK jelas, bukan diperiksa, tetapi dimintai keterangan. Dan ini terkait dugaan korupsi dana hibah yang melibatkan banyak tersangka. Masak politisi tidak paham itu,” jelasnya kepada duta.co, Minggu (13/7/25).

Pernyataan Gus Yusuf, alumni PP Tebuireng ini terkait dengan komentar Luluk yang mempertanyakan mengapa pemeriksaan Gubernur Jawa Timur oleh KPK berlangsung di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur. Saat itu, Khofifah memberi keterangan kepada penyidik KPK dalam perkara hibah kelompok masyarakat di Surabaya pada Kamis, 10 Juli 2025.

“Untuk KPK, saya harapkan bisa menjawab pertanyaan publik, misalnya, kenapa itu harus dilakukan di Surabaya, kenapa tidak kemudian di Jakarta. Walaupun itu juga sudah dijawab sama KPK lebih karena faktor efisiensi,” kata Luluk saat ditemui wartawan tempo.co di acara rapat kerja nasional Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Jakarta Selatan, Ahad, 13 Juli 2025.

Luluk menghargai proses hukum yang berjalan dan siapa pun yang dimintai keterangan oleh KPK harus bersikap kooperatif. Luluk yang pernah jadi pesaing Khofifah di Pilkada Jawa Timur 2024 lalu itu percaya KPK bekerja sesuai tupoksi. Ia juga meminta Khofifah untuk memberikan kesaksian yang jujur dalam perkara ini. “Jadi sebagai warga negara yang baik, ya kita harap Ibu Khofifah bisa memberikan keterangan yang sebaik-baiknya,” katanya.

Menurut Gus Yusuf, sebagaimana penjelasan pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, bahwa, pemeriksaan Khofifah dilakukan di Polda Jatim dalam rangka efisien dan efektif. “Ketika diperiksa di sana toh sama saja dengan diperiksa di mana gitu,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 9 Juli 2025, dikutip dari Antara.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak lebih tegas lagi. Ia menjelaskan, bahwa, Khofifah statusnya bukan diperiksa, tetapi, dimintai keterangan. “Di kami (posisi Khofifah red) hanya dimintai keterangan. Sama dengan keterangan saksi atau keterangan ahli,” ucap Johanis Tanak saat ditemui tempo.co di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 10 Juli 2025.

Mengapa cukup di Mapolda? Menurut Johanis cara ini agar lembaganya dapat menghemat anggaran dalam memanggil saksi tersebut. “Itu efisiensi waktu dan anggaran, dan tidak ada larangan,” kata dia

Dalam pandangan Gus Yusuf, mereka yang sibuk menyoal lokasi di mana Gubernur Jatim Khofifah memberi keterangan, itu jelas, ada motif lain. “Ada upaya pembunuhan karakter. Dan ini kalau dibiarkan merusak tatatan Jawa Timur yang sudah kondusif. Karena itu, perlu dijelaskan kepada publik apa sesungguhnya yang terjadi soal dana hibah itu. Ini Jawa Timur Bung! Jangan dirusak dengan cara-cara keji,” pungkas alumni FISIP UNDAR, Jombang ini. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry