JAKARTA | duta.co – Ratusan ribu atau bahkan jutaan manusia tumplek blek jadi satu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (7/4/2019). Hotel-hotel di sekitar GBK ludes diserbu pengunjung. Meski harga naik dua kali lipat, mereka tak peduli. Inilah kampanye akbar Prabowo-Sandi dengan biaya sendiri demi perubahan (Indonesia Menang).

Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Said Didu tampak sudah hadir dalam kampanye akbar pasangan 02 itu. Dia hadir sejak Minggu dini hari (7/4). Said yang hadir mengenakan busana putih dengan peci hitam ini kemudian memamerkan kondisi terkini GBK kepada netizen via unggahan twitternya.

Dalam unggahan itu, Said juga menyebut hotel di sekitar GBK sudah penuh tak tersisa. Kamar hotel penuh karena disewa oleh para massa pendukung Prabowo-Sandiaga yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Bahkan, Said mengatakan hotel dengan tarif mahal pun tetap penuh disewa para pendukung.

“Teman saya mau nginap di sekitar GBK, hotel semua penuh dan tersisa hanya kamar bertarif di atas Rp 3 juta tapi mereka tetap semangat demi hadir bersama lakukan perubahan,” kata Said.

Sontak cuitan Said ditanggapi oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurut Dahnil, hal itu menandakan rakyat bergerak untuk menjemput perubahan bersama Prabowo-Sandiaga.

Ya! KPU memang menetapkan Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 7 April 2019 sebagai wilayah kampanye untuk pasangan Prabowo-Sandi dan partai pendukungnya. Kampanye pasangan nomor urut 02 ini akan berpusat di Gelora Bung Karno.

“Banyak yang tak kebagian hotel bang. Rakyat bergerak swadaya untuk menjemput perubahan. Ini koalisi kerakyatan bukan koalisi keamplopan,” tulis Dahnil.

Bareng Kartini Run, Apa-Apaan Ini?

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Binjai, Ustaz Sani Abdul Fatah mengaku heran dengan pihak pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 yang kerap membuat acara tandingan.

Teranyar, menurut Sani, acara kampanye akbar pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga yang bersamaan dengan gelaran Kartini Run. Padahal sudah jelas kampanye akbar sudah terjadwal dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lah, apa-apaan ini, bukankah ini bentuk provokasi nyata? Apa maksud kubu reziem buat acara ini (Kartini Run)?,” ujar Sani, Sabtu (6/4).

Sani melanjutkan, dengan acara yang bersamaan, bukan tidak mungkin akan ada gesekan di lapangan. Padahal, lanjutnya, Hari Kartini itu diperingati bukan pada tanggal 7 April.

“Ini menunjukan bahwa rezim sudah panik. Mereka sudah tahu bakal tumbang pada 17 April nanti,” demikian Sani.

Akhirnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) melayangkan surat kepada panitia Kartini Run untuk menunda acara Kartini Run tersebut karena berbarengan dengan jadwal kampanye akbar calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Surat Bawaslu bernomor, 0776/K.Bawaslu/PM 06.00/IV/2019 tertanggal 5 April 2019 ini menjelaskan kepada panitia Kartini Run bahwa pada tanggal 7 April di wilayah Provinsi DKI Jakarta merupakan tempat kampanye bagi pasangan calon nomor urut 02 dan para partai pendukungnya.

“Berdasarkan Surat Keputusan KPU Nomor 672/PL.02.4-Kpt/06/KPU/III/2019 tentang perubahan kedua atas keputusan KPU nomor 595/PL.02.4-Kpt/06/KPU/III/2019 tentang penetapan jadwal kampanye rapat umum pemilihan umum tahun 2019, bahwa pada tanggal 7 April 2019 merupakan jadwal kampanye yang diperuntukan untuk paslon nomor urut 02, Gerindra, PKS, Demokrat, PAN dan Partai Berkarya,” begitu bunyi surat yang diterima redaksi, Sabtu (6/4).

Selain karena tanggal tersebut adalah jatah kampanye untuk kubu Prabowo-Sandiaga, dalam surat tersebut Bawaslu juga mengingatkan acara Kartini Run berpotensi mengganggu jalannya acara kampanye akbar pasangan 02 karena kedua acara berpotensi menjadi ajang berkumpulnya massa.

“Diharapkan acara tersebut (Kartini Run) dilakukan setelah tahapan pungut hitung Pemilihan Umum 2019. Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih,” demikian surat Bawaslu itu.

Surat sendiri ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Abhan dan ditembuskan kepada Ketua Umum Oase Kabinet Kerja, Ketua Pusat Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari dan Ketum Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia.

Sebelumnya Kartini Run dilaksanakan pada 23 April 2017, lalu 22 April 2018, sedangkan acara tahun ini berencana dilakukan pada 7 April 2019 dan berpusat di kawasan Monumen Nasional. (rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.