SUKSES, CETAK ULANG: Launching buku “Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati Bersih Pikiran” di BNI Graha Pangeran lantai 7 bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, Sabtu (10/11) akhir pekan lalu. Sebanyak 5.000 eksemplar buku tersebut ludes justru sebelum di-launching. (duta.co/m hakim)
SUKSES, CETAK ULANG: Launching buku “Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati Bersih Pikiran” di BNI Graha Pangeran lantai 7 bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, Sabtu (10/11) akhir pekan lalu. Sebanyak 5.000 eksemplar buku tersebut ludes justru sebelum di-launching. (duta.co/m hakim)

SURABAYA –Buku “Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati Bersih Pikiran” (DSBHBP) ludes sebelum diluncurkan (launching). Sebanyak 5.000 eksemplar sudah terkitim kepada pembeli saat launching digelar di BNI Graha Pangeran lantai 7 bertepatan pada Hari Pahlawan 10 November, Sabtu akhir pekan kemarin. Karena itu, buku DSBHBP segera dicetak ulang, Senin (12/11) besok.

“Saya belum memberi informasi kepada panitia launching buku ‘Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati Bersih Pikiran’ bahwa pagi tadi (Sabtu, 10/11/2018 lalu), 5.000 eksemplar sudah terkirim kepada pembeli. Jadi saya mohon Mas Arif (anggota CowasJP yang mencetak) agar mencetak  ulang, Senin depan,” ujar Dr Aqua Dwipayana, anggota Konco Lawas Jawa Pos (CowasJP), pakar komunikasi, sekaligus motivator nasional yang memotori penerbitan buku tersebut.

Launching juga dihadiri Direktur Manajemen Resiko BNI Bob T Ananta yang mewakili Dirut BNI Achmad Baiquni, Kapendam V/Brawijaya Kolonel Singgih Pambudi Arinto Sip, dan banyak lagi. Baiquni memberikan dana pendukung Rp 100 juta untuk launching buku tersebut.

Buku “Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati Bersih Pikiran” lahir dari gagasan yang muncul dari reuni anggota Cowas JP (Konco Lawas Jawa Pos) di Yogyakarta Agustus 2018 lalu. Cowas adalah kumpulan para mantan karyawan Jawa Pos. Di situlah antusias para wartawan dan dari divisi lainnya yang sudah “pensiun” dari Jawa Pos itu untuk menulis. Kemudian tulisan mereka disepakati oleh Aqua yang waktu itu menjadi tuan rumah dan penyandang dana reuni, disepakati dilombakan.

Dua Modal Sukses Eks Wartawan

Aqua mengatakan, seorang wartawan ketika sudah tidak bekerja lagi di media, mereka harus memiliki modal kuat untuk mencapai sukses. Dua modal yang harus dijaga adalah networking dan trust atau kepercayaan.

Sukses buku ini memang tak lepas dari Aqua yang memilki jaringan luas. Dia memiliki komunitas Jari Tangan yang anggotanya sekitar 5.000 orang lebih. Tiap hari Aqua rajin membagikan foto-foto maupun tulisan tentang aktivitasnya di komunitas yang anggotanya beragam, mulai pejabat BUMN, TNI, Polri, BUMN, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dll.

“Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto) pun masuk komunitas ini,” ujar motivator bertarif Rp 30 juta perjam dan sekali kontrak harus dua jam dengan akomodasi hotel bintang lima tersebut. Namun untuk instansi TNI dan Polri, Aqua mengaku memberikan layanan gratis.

Nah, saat dia menyampaikan rencana menerbitkan buku “Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati Bersih Pikiran” kepada sejumlah jaringannya di Komunitas Jari Tangan tersebut, banyak yang langsung pesan buku tersebut.

“Saya dengan hanya mengirim WA atau telepon, mereka antusias membeli buku.  Semua karena relasi dan membangun kepercayaan. Tanpa itu tidak mungkin. Itulah hakikat yang ada dalam buku yang pernah saya tulis ‘The Power of Silaturrahim’ dan best seller. Dalam waktu yang singkat sudah berkali-kali cetak ulang. Sudah 120 ribu eksemplar laku,” tandasnya.

Aqua menambahkan, selama ini keuntungan dari buku “The Power of Silaturrahim” digunakannnya untuk sosial, antara lain memberangkatkan umroh gratis kepada 35 orang pada 2017, 39 orang pada 2018. “Dan, saya berencana memberangkatkan umroh 50 orang pada tahun depan,” ujarnya.

Aqua juga yakin buku “Dahsyatnya Silaturahim Bersih Hati dan Bersih Pikiran” juga akan laku puluhan ribu eksemplar. Dia kemudian berpesan kepada perusahaan CowasJP agar mengelola uangnya secara transparan. “Jangan ada dusta, karena uang masalah sensitif,” pesannya.

Tulisan Story Telling

Tulisan khas arek-arek Jawa Pos (JP) yang merupakan didikan Dahlan Iskan memang khas. “Tulisan yang disajikan seperti sedang mendongeng atau story telling,” kata Ketua Cowas JP Dr Dhimam Abror Djuraid dalam sambutannya saat acara launching.

Ciri khas tulisan itu pulalah yang sampai kini juga masih melekat pada pribadi masing-masing arek JP, dan inilah yang membedakan dengan yang lain. Sebab, seperti diungkapkan Abror, gaya tulisan ini adaptasi sederhana dari jurnalisme literer (sastrawi) yang diusung Tempo. Dahlan Iskan adalah alumnus Tempo.

Divisi lain seperti marketing, iklan, pemasaran pun ikut menulis. Satu orang ada yang menulis lebih dari satu karya tulisan. Ada 34 karya tulis yang masuk dan enam orang di antaranya kemudian dipilih, ditentukan menjadi pemenangnya. Temanya memang tidak ditentukan, namun terinspirasi dari pentingnya sebuah silaturahmi.

Buktinya salah satu juaranya, wartawan senior Fuad Ariyanto, tidak mengambil hadiahnya yang Rp 3 juta itu. Ia malah memilih membagikannya kepada teman-temannya termasuk kepada pembantu rumah tangga Dr Aqua di Yogyakarta. Namun tahun depan Fuad dihadiahi umroh dan dia akan berangkat bersama istrinya yang sejak lama ingin umroh bersamanya. Berkat silaturahim.

Kembali ke soal hebatnya sebuah silaturahim, Dirut BNI Achmad Baiquni yang ikut memberikan kata pengantar dalam buku itu menyebut menjalin silaturahmi itu amat penting. “Jiwa melayani dan menjaga atau memperluas jaringan atau networking. Buku ini layak dibaca dan menjadi pembelajaran bagi siapa saja yang ingin menaklukkan hati banyak orang,” tulisnya.

Baiquni mengartikannya, Networking yang dijalin dan dirawat sepenuh hati, yang mampu menembus relung hati siapapun sehingga termotivasi, tergerak untuk melakukan sesuatu, itulah The Power of Silaturahim, The Power of Networking. kim

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.