
JOMBANG | duta.co – Guyuran hujan yang turun sejak Minggu (4/1/2026) sore tak menyurutkan semangat para santri dan jamaah untuk mengikuti Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama (NU). Dengan langkah mantap dan doa yang terpatri di hati, ratusan peserta tetap melanjutkan perjalanan napak tilas yang sarat nilai sejarah dan spiritual tersebut.
Kegiatan Napak Tilas Isyarah Pendirian NU secara resmi dilepas oleh Bupati Jombang, Warsubi, di Pendopo Kabupaten Jombang. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, diawali doa yang dipimpin KH Masduki dari Perak, Jombang, agar seluruh rangkaian perjalanan menuju Pondok Pesantren Tebuireng diberi keselamatan serta membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.
Pantauan duta.co di lapangan, tongkat dan tasbih dibawa oleh dzurriyah KH As’ad Syamsul Arifin, Situbondo, yang menaiki andong, diiringi jamaah yang melantunkan Asmaul Husna Ya Jabbar, Ya Qahhar yang artinya “Wahai Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Menundukkan”. Lantunan dzikir tersebut mengiringi langkah para peserta sepanjang rute perjalanan.
Meski hujan membasahi sepanjang jalan, para santri dan jamaah tampak tetap antusias. Mereka berjalan beriringan, sebagian mengenakan jas hujan sederhana. Bagi para peserta, hujan justru dimaknai sebagai rahmat dan penguat tekad dalam meneladani perjuangan para muassis NU.
“Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi ikhtiar spiritual untuk mengingat kembali jejak sejarah lahirnya NU, sekaligus meneguhkan komitmen menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah tantangan zaman,” ujar Rahmat, jamaah asal Madura. (din)





































