PAHLAWAN : Rangkaian Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kusuma Bangsa Kota Kediri (istimewa / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan pesan kepada pemuda untuk memaknai kebhinekaan dan kebersamaan lalu menjadikannya sebagai pandangan hidup. Kunci dari para pahlawan yang telah memerdekakan Bangsa Indonesia adalah persatuan.

“Kita ini Bhineka Tunggal Ika, jadi harus maju bersama-sama dan saling mengisi. Sehingga tidak terpecah-pecah. Kita juga harus bersatu memajukan bangsa khususnya untuk generasi muda. Kita bisa saling mengisi dan saling berkolaborasi,” ucap Wali Kota Kediri usai mengikuti Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri, Minggu (10/11).

Namun, ada yang janggal saat digelar rangkaian upacara tersebut, dimana bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana. saat digelar Ziarah Nasional Makam Pahlawan, sebelumnya digelar upacara di Balai Kota Kediri.

Beberapa LSM saat berkumpul berdiskusi menyikapi Hari Pahlawan, kemudian menunjukkan sejumlah foto-foto saat kegiatan di TMP. Menurut mereka, tidak biasanya, sosok orang nomor satu di Kota Kediri, yang saat ini mengikuti Pendidikan Lemhanas di Jakarta selama dua bulan ini tanpa peci.

“Mengacu peraturan Presiden nomor 71 tahun 2018 dijelaskan tata pakaian pada acara kenegaraan dan acara resmi, memang tidak dijelaskan memakai songkok atau peci,” ucap Roy Kurnia Irawan, Ketua DPD PEKAT IB Kediri sambil menunjukkan sejumlah foto di akun Harmoni Kediri.

Menurut Bang Roy, sapaan akrabnya bahwa peci merupakan penutup kepala dan bagian tidak terpisahkan dari kaum laki-laki apalagi dalam acara resmi. “Ini merupakan pelengkap berbusana baik untuk acara tradisional maupun acara kenegaraan.

“Jangan melihat sebagai penutup kepala, namun ini menunjukan kapasitas diri, tentang profesi yang dijalani, juga seberapa besar nilai keyakinan yang memakainya. Apalagi ada istilah, rambut  adalah lambang atau tanda kekuatan dan kewibawaan seseorang. Serasa pas jika mahkotanya berupa peci, apalagi Kediri dikenal sebagai kota santri,” tegasnya.

Atas kritik diberikan ini, sayangnya hingga berita ini diturunkan Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri, Apip Permana belum bisa dikonfirmasi baik melalui pesan singkat maupun telepon genggamnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry