JEMBATAN: Unjuk rasa menunutut perbaikan jembatan Mrican dan Ngadiluwih. (Duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI  | duta.co -Jembatan Brawijaya, sudah mulai diujicobakan oleh Pemkot Kediri.  Kini giliran Jembatan Ngadiluwih yang hingga kini masih menyisakan proyek pembangunan fisik disoal. Pun demikian dengan Jembatan Mrican yang dibiarkan mangkrak dan ditambah Jembatan Ngadi Mojo yang menghubungkan dengan Kabupaten Tulungagung.

“Ini yang akan kami pertanyakan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, apa yang dilakukan para pejabat pemkab selama setahun ini,” jelas Roy Kurnia Irawan, Ketua DPD Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) Kediri.

Tokoh pergerakan akrab disapa Bang Roy ini, melihat tidak ada inisiatif ataupun keinginan dari pemerintah daerah memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk masyarakatnya. “Seperti Jembatan Ngadiluwih, diresmikan oleh tiga menteri, namun pengaspalan jalan yang sisi timur sungai, belum tuntas semuanya,” terang Bang Roy.

Demikian juga Jembatan Mrican yang hingga kini dibiarkan mangkrak dan menjadi beban Jembatan Semampir yang berdampak padat arus lalu lintasnya. Kemudian pemasangan jembatan sementara pada penghubung Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung, ternyata hanya janji manis yang diberikan kepada wargnya.

“Kami akan evaluasi dan akan mempertanyakan kinerja pemkab selama ini ini, Jembatan Brawijaya yang tengah ditangani Kejaksaan Tinggi saja, bisa diselesaikan pembangunan dan kini bisa dinikmati warga. Kenapa jembatan yang lain, tidak kunjung dikerjakan. Daripada anggaran sisa dan masuk kas daerah, kenapa tidak dipergunakan untuk pembangunan demi kepentingan masyarakat banyak,” tegas Bang Roy. nng

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.