Love Bird Anjlok, Inilah Tiga Burung Kicauan di Akhir Tahun

291
BURUNG : Suasana Pasar Burung di Lokasi Pasar Setono Betek (Ahmad Mafruchi/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Bukan hanya pedagang, sejumlah peternak burung love bird mengaku terpaksa harus menjual murah demi mengembalikan modal jerih payah dan membeli pakan. Burung bertubuh mungil dan memiliki warna bulu beragam, merupakam species unggas berasal dari Afrika, pada Tahun 2010 silam, sempat booming dan harga jualnya meningkat drastis.

Burung dengan bulu hijau atau Green Fischeri bisa mencapai Rp 2 jutaan per ekor. Kemudian jenis Biola, memiliki kepala berwarna merah seperti cabai. Dengan sayap berwarna hijau, mampu terjual Rp 30 juta satu pasang, jantan dan betina. Namun sekarang, harganya berkisar Rp 5 juta sepasang.

“Itupun jika masih ada yang jual suka Love Bird, harga milet putih atau makanan pokok burung naik. Dari mulai Rp 12 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 20 ribu per kilogram di tingkat pengecer,” ujar Catur, pedagang burung, warga Jl Semeru Kota Kediri, dikonfirmasi Kamis (15/08) sore.

Menurutnya, pakan berbentuk seperti biji kecil dan bukan berasal dari Indonesia karena kabarnya diimport dari luar negeri terus naik. Selain itu, jelas Catur, makin banyaknya yang memilih berternak burung ini karena sangat mudah. “Jumlah peternak memang banyak. Ada peternak kecil, menengah, dan peternak tingkat atas. Sedangkan yang gulung tikar, mayoritas peternak kecil,” terangnya.

Tiga Burung Lokal Bertahan dan Harga Stabi

ANDALAN : Murai Batu kembali marak di kontes komunitas (Nanang Priyo/duta.co)

Seiring turunnya harga Love Bird, harga jual tiga burung andalan dan selama stabil di pasaran, kembali ramai peminatnya yaitu Murai Batu, Cucak Hijau dan Punglor Merah. Kemudian disusul burung Kenari dan Hwa Mey, terlihat kembali dilirik pecinta kicau mania.

“Jenis tiga burung lokal itu yang bakal menanjak. Hal itu terlihat dari kian banyaknya komunitas kembali tampil di sejumlah kontes kicauan. Murai Batu dan Cucak Hijau tampak lebih populer. Meskipun Punglor Merah atau Anis Merah, posisinya tetap bertahan,” jelasnya.

Hal ini dibenarkan Boy, telah 10 tahun lebih berdagang di Pasar Burung Setono Betek. Dirinya mengaku sempat kewalahan saat tren Love Bird naik. “Paling mahal jenis Batman dengan harga kisaran 200 ribu dan yang paling murah Yosan dengan harga kisaran 60 ribu, keduanya untuk umur kisaran 3 bulan,” terangnya.

Marak Budidaya di Setiap Lingkungan

MARAK : Beternak burung Love Bird memang cukup mudah (Ahmad Mafruchi/duta.co)

Namun bagi Putut Supala, warga Dusun Munengan RT. 02 RW 01 Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih ditemui saat membeli pakan, menyampaikan dirinya mengaku tertarik bukan hanya karena warna bulunya. “Suara ngekeknya burung ini khas dan terdengar enak di telinga,” ucapnya.

Beternak burung Love Bird memang cukup mudah, Putut mengakui di lingkungannya hampir setiap RT pasti ada peternak burung ini. “Bisa 5 orang lebih di masing – masing RT, yang ternak burung karena mudah untuk budidayanya. Jika ingin hasilkan bulu warna bagus, diberi sayuran hijau serta dilakukan perkawinan silang,” jelasnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry