ANCAMAM : Lahan Perhutani termasuk kawasan hutan lindung kini ditanami palawija (duta.co/M. Rizky)

KEDIRI | duta.co -Tempat tinggal dan lahan pertanian adalah satu kesatuan bagi masyarakat Desa Blimbing Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Maraknya pembalakan hutan di kawasan lahan milik Perhutani Kediri dilakukan sejumlah petani palawija, menjadi perhatian khusus mengingat kerap menjadi langganan banjir longsor.

Keberadaan lahan palawija di Lereng Gunung Wilis, tepatnya di Dusun Semoyo, merupakan dusun terakhir sebelum Dusun Beru berada di ketinggian -+920mdpl. Merupakan salah satu dusun, terparah saat terjadi bencana tanah longsor.

Dulu di kawasan ini dipenuhi tanaman karet dan pinus, namun meski kini berubah menjadi lahan pertanian. Dampak jelas terjadi, saat musim kemarau kemarin, terlihat suasana sangat gersang. Permasalahan ini pun dirasakan kelompok tani di Desa Blimbing berdiri sejak Tahun 2010. Dima fungsi hutan telah berubah dan mereka menyadari akan resiko akan terjadi.

Hal ini disampaikan Murni Sukari (40) warga RT. 18 RW. 08 Dusun Semoyo Desa Belimbing saat dikonfirmasi

“Sebenarnya untuk petani dan masyarakat sendiri telah memahami akan dampak tanaman palawija di lereng gunung. Apalagi dengan adanya bencana longsor 1 tahun lalu. Akan tetapi bertambahnya jumlah penduduk yang mempengaruhi kebutuhan akan lahan pertanian membuat sebagian petani menanam di lahan milik Perhutani,” jelasnya.

Atas kejadian ini, pihak Perhutani melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Perhutani Wilayah Barat, Hermawan, sebenarnya telah dilarang.

“Terkait tanaman palawija dari kita tidak pernah menganjurkan atau mengarahkan. Semakin ke depan jumlah penduduk bertambah terjadi hukum sebab akibat. Kita harus mengarahkan mereka akan fungsi hutan harus kembali dan itu secara bertahap tidak bisa langsung,” terangnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat kemarin.

Dalam mengembalikan fungsi hutan secara bertahap, pihaknya telah melaksanakan reboisasi seluas 40 hektar. Tujuannya menjaga kawasan hutan lindung. Adapun untuk memperkaya tanaman telah ditanami jenis mauni, trembesi dan bendo. (riz/nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.