
SURABAYA | duta.co – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan BBF Foundation menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pulau Pudut, Tanjung Benoa.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus upaya mitigasi dampak abrasi dan perubahan iklim, Sabtu (20/12/2025).
Manager Perwakilan LMI Bali, Mohamad Jamil dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2026) mengatakan kegiatan penanaman mangrove di Pulau Pudut merupakan bagian dari komitmen LMI dalam memulihkan kawasan pesisir dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, LMI berupaya menghadirkan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup pada kawasan pesisir.
“Dalam kegiatan ini, sebanyak 4.000 bibit mangrove ditanam dengan melibatkan sekitar 200 peserta yang berasal dari komunitas, mahasiswa, masyarakat umum, serta warga dan nelayan setempat. Selain melakukan penanaman, kegiatan ini juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat ekosistem mangrove di wilayah pesisir,” ujarnya.
Melalui penanaman mangrove ini, diharapkan dapat mengurangi abrasi pantai, memperbaiki kualitas lingkungan pesisir, serta meningkatkan keanekaragaman hayati. “Selain manfaat ekologis, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar melalui pemanfaatan ekosistem pesisir yang terjaga,” ujar Jamil.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut turut disertai dengan edukasi lingkungan dan pendampingan kepada masyarakat. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran, rasa memiliki, serta kemampuan untuk menjaga ekosistem mangrove secara berkelanjutan. “Kami berharap program ini tidak hanya memulihkan alam, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Sementara itu, perwakilan BBF Foundation, Nyoman Ridet, menyampaikan bahwa penanaman mangrove di Pulau Pudut merupakan langkah strategis dalam pemulihan ekosistem pesisir.
“Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami pantai dan habitat biota laut. Melalui kolaborasi ini, kami berharap upaya restorasi tidak hanya berhasil secara ekologis, tetapi juga berkelanjutan karena melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat,” jelasnya.
Ke depan, Jamil memastikan bahwa program penanaman mangrove ini tidak berhenti pada tahap penanaman saja. Akan dilakukan monitoring, penyulaman mangrove, serta pendampingan berkelanjutan agar manfaat ekologis dan sosial dapat dirasakan dalam jangka panjang. ril/lis








































