Kegiatan plogging dan penanaman mangrove yang dilakukan LMI. DUTA/ist
SURABAYA  | duta.co — Memperingati Hari Bumi Sedunia, Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar aksi plogging dan penanaman mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo. Kegiatan ini melibatkan puluhan relawan dari berbagai latar belakang untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Mengusung tema Plog & Plant: Earth Voluntrip Day, kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai latar belakang mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Aksi ini bertujuan untuk merawat kawasan mangrove serta mengajak masyarakat melaksanakan aksi nyata bagi lingkungan pada momentum Hari Bumi, Minggu (26/4/2026).
Mustika selaku Environment Project Lead LMI mengatakan bahwa puluhan relawan berhasil menanam 200 bibit mangrove jenis rhizophora. Tak hanya itu, aksi bersih-bersih (plogging) yang dilakukan di area pesisir berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 20 karung atau setara 500 kilogram.
“Kami merancang aksi lingkungan ini menjadi sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun kesadaran kolektif. Selain plogging dan penanaman mangrove, para relawan juga menerima edukasi mengenai mitigasi ekologis dan pemilahan sampah. Dengan begitu, aksi ini turut membuktikan bahwa merawat bumi adalah bentuk mitigasi terbaik yang bisa kita lakukan bersama,” ujarnya.
Selaras dengan hal tersebut, Andri selaku perwakilan Relawan Penanggulangan Bencana (RNPB) turut menekankan keterkaitan antara kerusakan lingkungan dan risiko bencana. Menurutnya, hutan mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi hingga tsunami.
“Aksi para relawan menanam bibit mangrove hari ini merupakan langkah nyata dalam melakukan mitigasi bencana secara ekologis dan berkelanjutan,” tegasnya.
Tak hanya itu, edukasi dari komunitas Earth Hour Surabaya turut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Nadilla selaku pengurus Earth Hour Surabaya menyampaikan bahwa sampah yang tidak terkelola dengan baik akan bermuara ke laut dan merusak ekosistem penting seperti mangrove.
“Melalui sesi edukasi hari ini, kami berharap para relawan tidak hanya semangat melakukan plogging di lokasi acara, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baru untuk memilah sampah dari rumah. Perubahan gaya hidup dari hal kecil adalah kunci utama untuk menjaga bumi tetap lestari,” jelasnya.
Salah satu peserta, Ferika, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan ini. Ia menyebut keterlibatannya dalam aksi lingkungan tersebut membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga bumi.
“Awalnya agak ragu karena harus kotor-kotoran, tapi ternyata seru banget. Edukasinya juga sangat membuka mata saya tentang pentingnya memilah sampah dan mitigasi bencana. Pulang dari sini, saya merasa aksi kecil saya hari ini benar-benar memberikan dampak nyata untuk bumi,” tuturnya. ril/lis
Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry