
BLITAR | duta.co — LMI Jawa Timur Perwakilan Blitar menggelar pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (2/5/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha binaan LMI. Selain itu kegiatan ini dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan,
Aris Setyawan selaku Program Officer LMI Blitar mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen LMI dalam memberdayakan UMKM binaan.
Program pemberdayaan ekonomi tidak hanya memberikan intervensi bantuan modal usaha saja.
Aris menyebutkan bahwa diperlukan pendampingan dan pembinaan usaha yang intensif agar hasilnya lebih maksimal dalam mencapai target pengentasan kemiskinan.
“Pada pelatihan manajemen keuangan usaha ini, ada 40 peserta. Sebagian besar adalah pelaku UMKM binaan LMI, tetapi juga ada beberapa peserta umum. Melalui pelatihan bersama pendamping UMKM bersertifikat BNSP ini, kami ingin para pelaku UMKM dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola keuangan usaha,” ujarnya.
Selaras dengan tujuan pelatihan, Khurin Mualifah selaku pemateri juga menegaskan pentingnya pencatatan keuangan sebagai fondasi utama dalam menjalankan usaha.
Owner Rumah Pintar sekaligus mentor Muslim Business Community (MBC) ini memberikan materi mulai dari pengelolaan kas hingga penyusunan laporan laba rugi.
“Masih terdapat banyak pelaku usaha yang belum mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Karena itu, pemahaman tentang arus kas dan laporan laba rugi menjadi hal mendasar sebelum berbicara tentang pemasaran,” jelasnya.
Selain itu, Khurin juga mengenalkan konsep Golden Money Management, yaitu pembagian keuntungan usaha dengan rincian 40 persen untuk kebutuhan hidup, 30 persen investasi, 20 persen dana darurat, dan 10 persen untuk sedekah.
Di akhir sesi pelatihan, para peserta diberikan tugas praktik untuk menyusun arus kas dan laporan laba rugi sederhana.
Salah satu peserta pelatihan, Muji Purwanti, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.
“Terima kasih banyak kepada LMi dan pemateri yang telah memberikan wawasan baru dalam keuangan usaha. Saya jadi paham bagaimana cara mengatur keuangan usaha dan mulai sekarang akan mencatat setiap transaksi,” ujarnya. ril/lis





































