CARD GAME : Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Adhicipta Raharja Wirawan saat menunjukkan kartu hasil ciptaanya yaitu Linimasa Card Game untuk pembelajaran Sejarah yang dipublikasikan di International villange Kampus Ubaya Surabaya, Rabu (29/3). DUTA/Wiwiek Wulandari

Dosen Ubaya Terinspirasi Sang Anak yang Nilainya Anjlok

SURABAYA | duta.co – Pelajaran sejarah, salah satu mapel yang banyak dibenci para siswa. Sehingga untuk pelajaran ini, siswa harus menghafal secara benar pelajaran tersebut. Bagi siswa yang kemampuan menghafalnya rendah, dipastikan akan mendapatkan nilai yang sangat rendah.

Itu pula yang dialami dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (Ubaya), Adhicipta Raharja Wirawan. Sang anak Dhilan Aulia Pratama Wirawan yang duduk di bangku kelas 4 SDI Annur Semolowaru Surabaya mendapatkan nilai sejarah yang sangat rendah.

“Waktu itu, tahun 2015. Saat itu saya langsung berpikir, bagaiman menciptakan sesuatu yang bisa menunjang sistem pembelajaran siswa khususnya mapel sejarah. Yang saya pikirkan sesuatu itu harus yang menyenangkan bagi anak,” jelasnya saat ditemui di Kampus Ubaya Tenggilis, Rabu (29/3).

Lalu terbersit untuk membuat kartu yang dia berinama Linimasa Card Game. Linimasa adalah permainan kartu dengan konsep pelajaran sejarah Indonesia, terutama tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Saat masih berbentuk prototype kartu yang sederhana, Linimasa digunakan sebagai media penelitian bagi teman Adhicipta yang berprofesi sebagai guru SD. Kartu ini sudah terbukti meningkatkan prestasi siswa setelah diuji coba pada salah satu sekolah. Ada 2 kelas 5 SD, satu kelas diajar dengan menggunakan sarana kartu Linimasa dan kelas lainnya dengan cara konvensional.

“Sebenarnya segala usia bisa memainkan Linimasa, akan lebih baik jika orang tua juga bisa bermain bersama anak-anaknya di rumah sebagai media pembelajaran. ,” ungkap pria kelahiran Surabaya ini.

Kartu Linimasa terdiri dari 20 kartu tokoh dan 20 kartu peristiwa dan bisa dimainkan oleh satu sampai empat orang. Pada kartu tokoh, terdapat gambar tokoh dan penjelasan singkat keterkaitan tokoh dengan peristiwa yang dicetak tebal.

Sejumlah karti peristiwa menunjukkan ilustrasi peristiwa Invasi Jepang ke Indonesia, lagu Indonesia Raya dan lainnya. Sementara kartu tokoh berisi nama dan ilustrasi wajah pahlawan-pahlawan nasional dan tokoh asing. Seperti panglima tentara Jepang,Kumakichi Harada yang mengumumkan berdirinya PETA (Pasukan Pembela Tanah Air).

“Kata-kata peristiwa yang dicetak tebal itu nantinya akan dicocokkan dengan kartu peristiwa. Kartu peristiwa memiliki 2 sisi, sisi pertama adalah gambar dan nama peristiwa dengan tanda tanya pada kotak tahun. Pada sisi kedua, terdapat gambar, penjelasan singkat dengan jawaban tahun terjadinya peristiwa,”paparnya.

Unyuk memulai, satu kartu peristiwa dibuka di awal permainan sebagai patokan. Masing-masing pemain memegang beberapa kartu tokoh kemudian kartu peristiwa dibuka satu demi satu, lalu mereka diminta menebak urutan peristiwa dan disusun secara linear.

“Pemain juga harus mencocokkan peristiwa dengan tokoh-tokoh yang terkait. Jika pemain salah menebak tahun peristiwa, maka pemain harus mengambil satu kartu tokoh lagi, pemain yang lebih cepat menghabiskan kartu tokoh adalah pemenangnya. Jadi anak dituntut mempelajari sejarah dalam memainkan permainan agar menang,”lanjutnya.

Nama Linimasa diambil dari gabungan kata lini yang berarti garis dan masa berarti waktu. Karena cara permainanya menentukan waktu peristiwa terjadi maka diberi nama Linimasa. Adhicipta dibantu oleh Alvin Henanda, mahasiswa magang di strudionya sebagai ilustrator untuk merencanakan pembuatan beberapa seri Linimasa lainnya seperti Kerajaan Indonesia, musik, flora dan fauna. Selain sebagai media pembelajaran, permainan yang proses pembuatannya kurang lebih 2 tahun ini juga bertujuan untuk meningkatkan interaksi antar pemain.

“Harapan saya adalah permainan ini dapat dijadikan sarana pembelajaran dan juga dapat meningkatkan interaksi sosial para pemain yang sudah mulai berkurang di masyarakat,” ungkap pria penggemar board game ini. (end)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry