Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA
Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA

SURABAYA – Hingga akhir 2016, sudah ada lima perguruan tinggi (PT) di wilayah kerja Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VII yang mengantongi akreditasi A. Ini hanya selisih satu perguruan tinggi lagi dengan Kopertis III atau DKI Jakarta.

Karena itu, Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA bertekat untuk gencar untuk mengejar ketertinggalan itu sehingga setidaknya bisa mengejar DKI Jakarta. “Karenanya kami bertekad tahun ini harus lebih baik lagi dan semakin giat melakukan pembinaan terhadap perguruan-perguruan tinggi yang nilainya masih bisa ditingkatkan,” ujarnya saat hadir dalam penyerahan sertifikat akreditasi A untuk Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), di Surabaya, Jumat (13/01).

Menurut informasi dari Pangkalan Data DIKTI, ada lebih dari 4.525 PT di Indonesia, lebih dari 95 persen berbentuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Demi menjaga kualitas, Indonesia menerapkan akreditasi sebagai sistem penjaminan mutu eksternal. Di penghujung tahun 2016 tepatnya pada tanggal 28 Desember 2016 yang lalu, diumumkan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bahwa terdapat tambahan 22 PTN dan 9 PTS dari sekian banyak PT di Indonesia yang terakreditasi institusi A.

Dengan demikian Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah terakreditasi institusi A berjumlah 49 buah, dan dari 9 PTS yang memperoleh akreditasi institusi A satu di antaranya adalah Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Sehubungan dengan diperolehnya Peringkat A Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) oleh UKWMS setelah melalui program Bimbingan Teknis AIPT Peringkat B menuju A yang difasilitasi Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti, Kemenristekdikti.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi hadir di UKWMS untuk memberikan pencerahan dan pengarahan perihal kiat-kiat untuk mempertahankan peringkat A AIPT. Acara dihadiri oleh seluruh pimpinan unit kerja, dekan fakultas, perwakilan dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UKWMS. Dalam acara tersebut dilaksanakan pula serah terima Sertifikat AIPT oleh Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T.  Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi kepada Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D. selaku Rektor UKWMS.

“Menjadi suatu berkah bagi kami bahwa di usia perguruan tinggi ini yang menginjak angka 56 tahun, kami mendapatkan berbagai apresiasi dan satu diantaranya adalah raihan nilai A pada AIPT yang dikukuhkan pada 28 Desember 2016 lalu. Tentu perjuangan belum selesai karena kami harus mempertahankan nilai ini. Pada waktu melewati proses bimbingan teknis, kami merasakan betul, kalau orang lain peduli dengan kami sehingga kami tentu harus melakukan yang terbaik,” ungkap Kuncoro.

Selanjutnya Dr. Totok Prasetyo, B. Eng, MT menyampaikan kiat-kiat mempertahankan prestasi AIPT peringkat A. Ia berujar, “dari 4525 Perguruan Tinggi di Indonesia ini, baru 49 PT yang akreditasinya A, termasuk UKWMS. Skornya tidak main-main, 369. Harus saya sampaikan bahwa tidak banyak perguruan tinggi lainnya yang mencapai nilai itu. Sistem yang terintegrasi dengan baik dan disiplin, itulah yang paling penting. Peningkatan itu tidak sekedar dari nilai B ke A, tapi rohnya juga harus meningkat. Ke depan kita tidak hanya menghadapi persaingan di dalam negeri. Tetangga- tetangga kita itu sudah lebih dulu ‘berlari’, jadi tentu kita harus berusaha lebih giat lagi”. Lebih lanjut Totok mencontohkan bahwa penyandang peringkat universitas terbaik di Asia ada di Singapura yang lokasinya begitu dekat. Oleh sebab itu, UKWMS juga harus memandang tantangan ke depan untuk menjadi universitas tingkat dunia (world class university). (end)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan