Tampak Jokowi saat salat maghrib sebelum peresmian bank wakaf mikro di Ponpes Alfitrah Surabaya. (FT/DUTA.CO/Ridho)

JAKARTA | duta.co – Lawan politik Jokowi bisa jadi geram. Ini menyusul pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono yang siap berjuang bersama Jokowi. Sudah begitu, Presiden Jokowi saat menabuh gong pertanda dibukanya Rapimnas PD, Sabtu (10/3/2017), justru terang-terangan minta AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) mendampingi dirinya.

Cukup? Belum. Sinyal kuat masih ditunjukkan Jokowi dalam pidatonya. Jokowi mengatakan, untuk mendatangi undangan Partai Demokrat harus siap betul. “Karena di sini ada Pak SBY dan Mas AHY. Tapi yang saya heran, sudah tidak gagah, di sosial media, di bulan Agustus 2017 yang lalu, saya baca, disampaikan bahwa saya adalah pemimpin yang otoriter,” kata Jokowi disambut tawa peserta Rapimnas Partai Demokrat.

“Saya heran saja, kenapa kok dibilang otoriter, menurut saya, saya ini tidak ada potongan sama sekali, tidak ada potongan, penampilan saya juga tidak sangar, kemana-mana saya juga selalu tersenyum. Saya bertani bilang, saya bukan pemimpin otoriter. Saya ini seorang demokrat. Ciri-cirinya menjadi pendengar yang baik, yang menghargai pendapat orang lain. Menghargai perbedaan tanpa menjadikan sumber permusuhan. Artinya, saya dengan Pak SBY ini beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY ditambah satu lagi, Ketua Umum Partai Demokrat,” demikian Jokowi.

Pernyataan SBY maupun  Jokowi ini, seakan mengubur impian munculnya poros ketiga yang digagas PKB, PAN dan Partai Demokrat. Poros ini awalnya digagas di luar partai yang mendukung kembali Joko Widodo sebagai calon presiden pada pilpres 2019, maupun poros Partai Gerindra yang berniat memajukan Prabowo Subianto.

Dengan pernyataan SBY – siap berjuang dengan Jokowi – ini merupakan sinyal keras bahwa, Pilpres 2019 bakal berjalan ‘kompak’. Apalagi diyakini, sikap Partai Demokrat ini bakal disusul Partai Amanat Nasional (PAN). Jika benar, maka, pertempuran 2019 hanya berada di wilayah partai politik (Pemilihan Legislatif) untuk memperebutkan kursi DPR RI. Waallahu’alam. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.