
Iwan Sutanto, Branch Manager Surabaya Area for LG Electronics Indonesia ini mengatakan produk premium ini diperkenalkan di Surabaya karena kalangan masyarakat atas di Kota Pahlawan ini sangat banyak. “Dan produk premium kami ini memiliki keunggulan tersendiri yang memberikan nilai plus bagi konsumen,” katanya.
Iwan mengakui LG saat ini lebih banyak bermain di kelas premium. Karena di kelas ini pasar lebih terbuka dan tidak terjadi perang harga. “Hingga kini kontribusi produk premium terhadap total penjualan LG sebesar 55 persen sisanya dari kelas menengah dan bawah,” tuturnya.
Dilengkapi Teknologi AI
Seluruh koleksi terbaru LG ini hadir dengan teknologi terbaik berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) dan LG ThinQ yang disiapkan untuk menghadirkan interaksi lebih personal dengan kemudahan dalam mendukung aktivitas keseharian pengguna. Hal ini sejalan pula dengan visi perusahaan untuk bertransformasi menjadi Smart Life Solution Company.
“Ketersediaan koleksi premium dengan dukungan AI ini akan membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnua untuk memiliki puncak inovasi terkini LG yang mengedepankan penciptaan interaksi dengan pengguna,” ujar Iwan.
Dari seri OLED TV sebagai kasta tertinggi dalam TV, LG membawa OLED evo G5 dan C5. Lahir dari seri OLED evo, keduanya membawa seluruh superioritas seri ini pada reproduksi warna hitam sempurna dan kekayaan warna dengan akurasi tinggi yang telah mengantongi sertifikat UL Solution dan Intertek.
Pada koleksi kulkas, LG memperkenalkan dua model terbarunya yaitu LG Bottom Freezer InstaView Auto Ice Maker dan LG Kulkas Multi Door InstaView Auto Ice Maker. Nama InstaView yang melekat pada keduanya, diambil dari fitur yang juga menjadi penanda unik seri kulkas premium LG InstaView.
Hal ini berupa bilah pintu yang dapat berubah menjadi transparan untuk menampakkan isi dalam kulkas, hanya dengan dua kali ketukan tangan. “Tak hanya memberikan kesan mewah, tetapi juga fungsional karena memungkinkan pengguna melihat isi kulkas tanpa membuka pintu. Dengannya pula, dinamika suhu dingin lebih stabil untuk memperpanjang kesegaran bahan makanan yang tersimpan didalamnya,” ujar Iwan Sutanto pula.
Pada bagian ruang cuci, koleksi LG lebih berfokus pada penyediaan mesin cuci pintar dengan kapasitas lebih besar. Lahir dalam seri LG AI DD 2.0, varian FX memiliki kapasitas diatas 23 kilogram, sementara varian VX kapasitas tabung cucinya ada dibawah 15 kilogram.
Pembaruan signifikan yang berlandaskan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan pada AI DD 2.0 ada pada kelengkapan sensornya. Jika pada generasi mesin cuci LG dengan AI sebelumnya hanya mendeteksi jenis material dan tingkat kelembutan bahan pakaian, mesin cuci LG AI DD 2.0 memiliki kemampuan mendeteksi tingkat kotoran pada pakaian.
“Penambahan sensor ini memungkinkan mesin cuci memilih siklus pencucian paling efektif untuk membersihkan kotoran pakaian,” kata Iwan. ril/lis