
SURABAYA | duta.co – Teknologi rumah pintar berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence kini semakin dekat dengan masyarakat Surabaya. PT LG Electronics Indonesia resmi menghadirkan lini produk terbarunya untuk tahun 2026 yang saling terhubung dalam satu ekosistem melalui aplikasi LG ThinQ. Keseluruhan perangkat ini dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih personal, praktis, dan saling terkoneksi.
President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan untuk memberikan kehidupan yang lebih ringkas bagi pemiliknya. Melalui pembaruan LG ThinQ, pengguna dapat mengendalikan berbagai perangkat elektronik dalam satu aplikasi, mulai dari TV yang terkoneksi dengan AC, mesin cuci yang mengirim notifikasi ke ponsel, hingga pemurni udara otomatis.
Di sektor hiburan, LG memperkenalkan deretan AI TV terbaru dengan fitur AI Voice Command berbahasa Indonesia. Sementara untuk perangkat rumah tangga, LG memboyong AC LG DUALCOOL dan TURBOCOOL, kulkas InstaView Multi Door Fit & Max, mesin cuci AI DD 2.0, air purifier PuriCare AeroMini, hingga vacuum cleaner CordZero A9T-LITE.
Melihat kondisi pasar elektronik di Jawa Timur, Branch Manager Surabaya PT LG Electronics Indonesia, Iwan Susanto, mengungkapkan optimismenya. “Kita melihat ini suatu peluang yang sangat luar biasa untuk LG. Makanya kita secara global menelurkan dan melahirkan produk-produk terbaru,” ujar Iwan saat ditemui di Surabaya.
Saat ini, TV masih menjadi kontributor terbesar bagi penjualan LG di wilayah Surabaya dengan porsi mencapai 30 persen. Di posisi kedua ditempati oleh produk AC yang menyumbang 23 persen dan mengalami lonjakan drastis karena telah bergeser menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Sementara itu, kulkas dan mesin cuci masing-masing berkontribusi di angka 20-an persen.

Iwan menambahkan bahwa diferensiasi dan kekuatan infrastruktur menjadi kunci utama LG untuk bertahan di industri ini. Selain memiliki pusat riset dan pengembangan di Korea dan Indonesia, produk unggulan seperti AC kini sudah diproduksi langsung di pabrik lokal Indonesia. AC terbaru ini dilengkapi teknologi Dual Swings yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat tanah air.
Terkait dinamika ekonomi globlal, LG tidak menampik adanya penyesuaian harga produk akibat naiknya harga memori dunia yang dipicu oleh tren AI, serta fluktuasi harga dolar dan minyak mentah yang berdampak pada bahan baku biji plastik. Kendati demikian, LG memastikan kenaikan harga tersebut masih dalam batas wajar.
“Overall, ada kenaikan harga sekitar 3 sampai 5 persen. Penyesuaian ini masih dalam konteks yang sangat mumpuni dan kami yakin masih bisa diabsorpsi oleh masyarakat,” jelas Iwan. Ia menekankan bahwa LG tidak sembarangan menaikkan harga dan selalu mengukur kemampuan serta daya beli masyarakat.
Menyiasati tantangan daya beli yang sedang fluktuatif, LG menerapkan strategi adaptif dengan menggandeng berbagai lembaga keuangan (finance). Langkah ini diambil untuk menyediakan fasilitas kredit guna mempermudah konsumen mendapatkan produk elektronik esensial yang kini fungsinya telah bergeser menjadi kebutuhan primer, seperti AC, mesin cuci, dan kulkas. Saat ini, fasilitas finance tersebut telah berkontribusi sekitar 25 persen dari total penjualan.
Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, seluruh koleksi terbaru LG berbasis AI ini sudah bisa didapatkan di berbagai jaringan toko elektronik utama maupun melalui kanal penjualan daring.
“Luasnya distribusi ini sejalan dengan upaya kami menghadirkan ekosistem rumah pintar dengan inovasi teknologi yang menjadikan interaksi lebih personal kepada publik Surabaya dan sekitarnya,” pungkas Iwan. Rid




































