Andrew Powell, Managing Director Bosch di Indonesia saat memperkenalkan teknologi baru di Bosch Branch Office Experiential and Innnovation Center di Jl Raya Diponegoro Mo 27 Surabaya, Jumat (18/19/2019). Duta/Rum

SURABAYA | duta.co –  Bosch, perusahaan penyedia teknologi dan layanan global terkemuka asal Jerman ini terus menancapkan bisnisnya di Indonesia. Kali ini mereka berusaha menumbuhkan, mempromosikan, dan mendukung inovasi lewat visi “Indonesia Rising” atau Indonesia Bangkit.

Andrew Powell, Managing Director Bosch di Indonesia menyatakan, sejajalan dengan vis di atas, Bosch akan melandaskan kegiatannya pada pertumbuhan di empat area bisnis.

“Empat area yang jadi bidikan bosch yakni, otomotif, industri, konsumen, dan digitalisasi,” katanya saat memperkenalkan sejumlah teknologi baru di Bosch Branch Office Experiential and Innnovation Center di Jl Raya Diponegoro Mo 27 Surabaya, Jumat (18/19/2019).

Powell lantas menguraikan empat pilihan area bisnis yang dijadikan bidikan Bosch. Pertama, Bisnis Otomotif. Hal ini didasari posisi Indonesia adalah pusat produksi yang sedang tumbuh untuk segmen mobil penumpang.  Saat ini, sebanyak 1,2 juta kendaraan penumpang diproduksi setiap tahun dan diperkirakan akan meningkat menjadi 1,6 juta pada 2025.

“Dan Bosch melihat potensi nyata untuk Indonesia dengan posisinya sebagai hub (pusat kegiatan) terbesar ketiga untuk pasar kendaraan roda dua di dunia setelah Cina dan India, dengan total 107 juta sepeda motor beroperasi di jalan dan sekitar tujuh juta diproduksi di dalam negeri per tahunnya,” tegasnya.

Begitupun dengan bidikan kedua, Industri. Bosch ungkap Powell juga melihat adanya potensi pertumbuhan yang signifikan untuk bisnis industri di Indonesia. “Nantinya, teknologi Industri 4.0 dari Bosch akan semakin penting dalam pengembangan industri ini dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara eksponensial,” pamernya.

Dan itu akan semakin nyata lanjut Powell, dengan dukungan bidikan ketiganya, yakni konsumen. Konsumen di Indonesia menurutnya terus bertumbuh. Dengan proyeksi pertumbuhan PDB tahunan sebesar lima hingga enam persen, jumlah konsumen kelas menengah diperkirakan mencapai 141 juta pada 2020.

“Jadi potensi pasar pada 2020 akan sangat besar untuk barang-barang konsumen Bosch dan produk-produk solusi yang terhubung,” yakinnya.

Dan terakhir yang menjadi area bisnis adalah digitalisasi. Kenapa? Indonesia adalah ekonomi internet terbesar dan paling cepat berkembang di Asia Tenggara. Dengan penggunaan ponsel pintar yang tinggi dan lebih dari 140 juta pengguna internet, 75 persen pembelian online di Indonesia dilakukan melalui perangkat seluler.

Jadi, keputusan pembelian secara signifikan dipengaruhi oleh media sosial sehingga semakin mengarahkan konsumen yang selalu mempertimbangkan nilai suatu produk untuk menjadi semakin sadar terhadap kualitas merek, serta menumbuhkan ekspektasi terkait pemberian layanan dan kenyamanan.

“Di tengah ketidakpastian global yang meningkat, prospek ekonomi Indonesia terus berkembang ke arah yang positif dan akan memasuki masa keemasannya. Kami yakin Indonesia akan tetap memiliki andil besar di ASEAN. Kami berharap untuk dapat terus mendukung dan berpartisipasi dalam perkembangan yang pesat ini,” tandas Powell. rum

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry